Harapan Timoty Sitorus
Universitas Negeri Semarang, Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH TRAINING AND DEVELOPMENT DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP JOB PERFORMANCE DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Karyawan Event Organizer di Kota Semarang) Harapan Timoty Sitorus; Athoillah Athoillah
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 9, No 2 (2026): JIMB - VOLUME 9 NOMOR 2 SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v9i2.41290

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana training and development dan work-life balance memengaruhi job performance pada karyawan event organizer di Kota Semarang, dengan employee engagement diposisikan sebagai variabel mediasi. Pendekatan yang digunakan merupakan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel penelitian terdiri atas 145 karyawan yang telah bekerja satu tahun event organizer di Kota Semarang dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan lima poin skala likert, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan aplikasi SmartPLS 4.1.1.6 melalui pengujian outer model, inner model, dan uji hipotesis. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa training and development tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap job performance, sedangkan work-life balance terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap job performance. Selain itu, training and development memiliki pengaruh positif terhadap employee engagement, sementara work-life balance tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap employee engagement. Penelitian ini juga menemukan bahwa employee engagement berpengaruh positif terhadap job performance serta mampu memediasi secara penuh hubungan antara training and development dan job performance. Sebaliknya, employee engagement tidak mampu memediasi hubungan antara work-life balance dan job performance. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan kompetensi melalui program pelatihan belum cukup untuk meningkatkan kinerja tanpa disertai keterikatan karyawan yang kuat terhadap organisasi. Di sisi lain, keseimbangan kehidupan kerja dapat meningkatkan job performance secara langsung tanpa melalui peningkatan employee engagement.