Penelitian ini mengkaji bagaimana training and development dan work-life balance memengaruhi job performance pada karyawan event organizer di Kota Semarang, dengan employee engagement diposisikan sebagai variabel mediasi. Pendekatan yang digunakan merupakan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel penelitian terdiri atas 145 karyawan yang telah bekerja satu tahun event organizer di Kota Semarang dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan lima poin skala likert, kemudian dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan aplikasi SmartPLS 4.1.1.6 melalui pengujian outer model, inner model, dan uji hipotesis. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa training and development tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap job performance, sedangkan work-life balance terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap job performance. Selain itu, training and development memiliki pengaruh positif terhadap employee engagement, sementara work-life balance tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap employee engagement. Penelitian ini juga menemukan bahwa employee engagement berpengaruh positif terhadap job performance serta mampu memediasi secara penuh hubungan antara training and development dan job performance. Sebaliknya, employee engagement tidak mampu memediasi hubungan antara work-life balance dan job performance. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan kompetensi melalui program pelatihan belum cukup untuk meningkatkan kinerja tanpa disertai keterikatan karyawan yang kuat terhadap organisasi. Di sisi lain, keseimbangan kehidupan kerja dapat meningkatkan job performance secara langsung tanpa melalui peningkatan employee engagement.
Copyrights © 2026