Nadhif Talita Fayi
Universitas Bojonegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Konservasi Air melalui Penanaman Pohon dan Pembuatan Lubang Resapan Biopori di Desa Dukohkidul: Optimizing Water Conservation through Tree Planting and Construction of Biopore Infiltration Holes Project in Dukohkidul Village Rista Puput Meira Anggraeni; Nadhif Talita Fayi; Hanin Alya' Labibah
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.11336

Abstract

Kekeringan merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat memengaruhi ketersediaan air serta keberlangsungan aktivitas masyarakat, terutama pada wilayah yang bergantung sektor pertanian. Desa Dukohkidul, kecamatan Ngasem, kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu desa yang memerlukanĀ  upaya konservasi lingkungan untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air dan menjaga keberlanjutan sumber daya air. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung upaya pencegahan kekeringan melalui penanaman pohon, pembuatan lubang resapan biopori, yang didukung oleh kegiatan edukasi lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, guru, dan siswa dalam pelaksanaan kegiatan. Program dilaksanakan pada Juli-Agustus 2026 melalui tahapan observasi, koordinasi, edukasi lingkungan, penanaman pohon, pembuatan lubang resapan biopori, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 135 pohon yang terdiri atas beringin, asam jawa, dan tabebuya berhasil ditanam pada wilayah RT 02 hingga RT 10, serta 32 lubang resapan biopori berhasil dibuat sebagai uapaya meningkatkan resapan air tanah. Selain itu, edukasi lingkungan juga berhasil dilaksanakan di MI Wasilatul Huda dan SDN Dukohkidul untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Program ini memperoleh dukungan yang baik dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pihak sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan memberikan kontribusi positif terhadap konservasi lingkungan, peningkatan area penghijauan, dan penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.