Keselamatan pelayaran merupakan aspek krusial dalam menunjang keberlangsungan dan keandalan sistem transportasi laut, terutama di Indonesia sebagai negara kepulauan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keselamatan pelayaran pada kapal-kapal milik PT. XYZ Port Panjang Lampung dan memprioritaskannya menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan variabel utama yaitu jumlah alat keselamatan, jenis alat keselamatan, jumlah crew kapal, dan usia kapal. Hasil analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) menunjukkan bahwa jumlah alat keselamatan merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi keselamatan pelayaran dengan nilai 0.448 atau 45% diikuti oleh jenis alat keselamatan dengan nilai 0.282 atau 28% selanjutnya jumlah crew kapal dengan nilai 0.166 atau 17% dan usia kapal dengan nilai 0.102 atau 10%. Sedangkan kapal yang memperoleh nilai tertinggi yaitu Kapal A dengan nilai 0.410 atau 41% diikuti oleh Kapal B dengan nilai 0.305atau 31% dan, terakhir Kapal C dengan nilai 0.280 atau 28%. Sedangkan alternatif atau kapal menunjukan bahwa Kapal A mendapatkan nilai total 0.364 berada di posisi pertama, diikuti oleh Kapal C diposisi kedua dengan nilai total 0.307 dan terakhir Kapal B dengan nilai total 0.326. Temuan ini memberikan gambaran konkret bagi PT. XYZ untuk memfokuskan strategi peningkatan keselamatan pada aspek penyediaan dan pemeriksaan alat keselamatan kapal.Dengan demikian, penerapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) terbukti efektif dalam membantu pengambilan keputusan berbasis data untuk mitigasi risiko pelayaran dan mendukung peningkatan standar keselamatan secara sistematis di lingkungan operasional maritim.