Eka Yuliana Nurohmah
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Paper-Based to Digital Assessment: Adoption and Challenges of Learning Evaluation Applications in Islamic Education Eka Yuliana Nurohmah; Siti Ma'rifah
Journal of Educational Research and Practice Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Educational Research and Practice
Publisher : Yayasan Centre for Studying and Milieu Development of Indonesia (CESMiD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70376/jerp.v3i1.206

Abstract

The digital transformation of education has significantly altered the landscape of learning assessment, including in Islamic Education (PAI). The transition from traditional paper-based assessments to digital evaluation methods through various applications has become an emerging trend. However, despite these advancements, the adoption of digital assessment tools among PAI teachers remains inconsistent. This study investigates the extent of adoption and the challenges PAI teachers face in utilizing digital learning assessment applications in Blitar Regency, Indonesia. Employing a quantitative-descriptive research design, data were collected through surveys and interviews with PAI teachers. The findings reveal that 90.9% of respondents have integrated digital assessment applications into their teaching practices, with Google Forms (90.9%), Quizizz (45.5%), Kahoot (36.4%), and Zipgrade (9.1%) being the most commonly used platforms. Several factors influence the adoption of these technologies, including accessibility, ease of use, efficiency, and the ability to generate objective learning outcome data. However, challenges such as limited technological proficiency, inadequate training, and insufficient infrastructure hinder broader implementation. These findings underscore the need for targeted professional development programs and institutional support to enhance digital assessment adoption in Islamic education. This study contributes to the growing discourse on digital learning transformation by providing empirical insights into the opportunities and barriers associated with integrating digital assessment tools in Islamic educational settings
MENGHIDUPKAN LITERASI ANAK MELALUI PERPUSTAKAAN: PENDAMPINGAN ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT UNTUK MENUMBUHKAN MOTIVASI MEMBACA Eka Yuliana Nurohmah; Muhammad Muntahibun Nafis
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 7 No. 2 (2026): December-In Press
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v7i2.13275

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi membaca serta menurunnya minat dan motivasi belajar anak masih menjadi tantangan dalam pendidikan dasar. Kondisi tersebut ditemukan pada anak dalam kelompok belajar nonformal yang sebagian masih mengalami kesulitan membaca, menulis, dan membedakan huruf tertentu. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan membaca dan menulis serta menumbuhkan minat dan motivasi belajar anak melalui program kunjungan ke Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Kegiatan menggunakan metode Asset-Based Community Development dengan lima tahapan, yaitu discovery, dream, design, define, dan destiny. Peserta berjumlah 8 anak usia 7–14 tahun yang tergabung dalam kelompok belajar nonformal. Kegiatan dilaksanakan melalui kunjungan perpustakaan dengan aktivitas memilih dan membaca buku, mengidentifikasi isi bacaan, menulis kembali isi buku, refleksi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan anak dalam aktivitas literasi, ditandai dengan kelancaran membaca, munculnya inisiatif membaca secara mandiri, kemampuan memahami dan menuliskan kembali isi bacaan, serta keberanian menyampaikan hasil bacaan. Hasil evaluasi menunjukkan 6 dari 8 anak lebih menyukai kegiatan membaca setelah mengikuti program, sedangkan seluruh peserta menyatakan ingin kembali membaca buku. Program ini berpotensi menjadi alternatif pendampingan literasi berbasis pemanfaatan aset lokal bagi sekolah dan komunitas untuk memperkuat budaya literasi anak.