The development of adolescent communication in the digital era has encouraged the emergence of various language variations, one of which is slang that is increasingly used in students’ social interactions. Although studies on slang language have been widely conducted, research specifically examining the forms, functions, and factors influencing slang use in direct interactions among junior secondary-level madrasah students remains limited. This study aims to analyze the use of slang language among students of MTs Alkhairaat Baliase from a sociolinguistic perspective. This study employed a descriptive qualitative approach, with data consisting of slang words, phrases, and utterances collected through observation, participant observation with note-taking techniques, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman. The results show that the slang used by students includes abbreviations or acronyms, foreign language loanwords, words undergoing semantic shifts, and popular vocabulary in adolescent interactions. The use of slang is influenced by peer groups, digital media, and the need to construct social identity. The novelty of this study lies in examining slang language in students’ natural interactions at MTs, revealing the social functions of language as a means of communication, group solidarity, and self-expression. ABSTRAK Perkembangan komunikasi remaja di era digital mendorong munculnya berbagai variasi bahasa, salah satunya bahasa slang yang semakin banyak digunakan dalam interaksi sosial siswa. Meskipun kajian mengenai bahasa slang telah banyak dilakukan, penelitian yang secara khusus mengkaji bentuk, fungsi, dan faktor penggunaan bahasa slang dalam interaksi langsung siswa madrasah tingkat menengah pertama masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa slang pada siswa MTs Alkhairaat Baliase dari perspektif sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa kata, frasa, dan tuturan slang yang diperoleh melalui observasi, simak libat catat, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa slang yang digunakan siswa meliputi bentuk singkatan atau akronim, istilah serapan bahasa asing, kata yang mengalami pergeseran makna, dan kosakata populer dalam pergaulan remaja. Penggunaan slang dipengaruhi oleh kelompok sebaya, media digital, serta kebutuhan membangun identitas sosial. Novelty penelitian ini terletak pada kajian bahasa slang dalam interaksi alami siswa MTs yang mengungkap fungsi sosial bahasa sebagai sarana komunikasi, solidaritas kelompok, dan ekspresi diri.