Aldo Firdaus Arief Samudra
Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muria Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Aktivitas Kontekstual Anak dalam Literasi (AKAR) dan Pemanfaatan Media Pohon Literasi di Sanggar RASTI Desa Kaliputu, Kabupaten Kudus Fito Uli Huda; Aldo Firdaus Arief Samudra; Ika Hana Pertiwi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2026): September 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i5.1409

Abstract

Literasi pada anak tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga dengan cara anak memahami, mengalami, dan menceritakan kembali pengalaman dan lingkungannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan dan memfasilitasi praktik literasi kontekstual pada anak melalui program Aktivitas Kontekstual Anak dalam Literasi (AKAR), dengan menghubungkan pengalaman keseharian, lingkungan sekitar, aktivitas bercerita, dan refleksi. Program ini juga memanfaatkan kreasi pohon literasi sebagai media untuk merefleksikan dan mendokumentasikan pengalaman anak. Kegiatan ini melibatkan 19 anak anggota Sanggar RASTI Desa Kaliputu, Kecamatan Kudus, dengan tujuan untuk memperkenalkan literasi kehidupan sehari-hari kepada anak, melalui aktivitas kontekstual dan partisipatif, serta memperkuat peran komunitas desa dalam pendidikan anak. Rancangan dan implementasi pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan rangkaian kegiatan seperti warming-up, ice-breaking, walking tour, dan storytelling. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif anak dalam aktivitas literasi kontekstual, yang ditunjukkan melalui partisipasi, respons terhadap aktivitas, kemampuan menarasikan pengalaman, dan produk reflektif yang dihasilkan selama kegiatan. Sebagai implikasi, kegiatan ini dapat memperkuat fungsi pendidikan di sanggar desa dengan memanfaatkan potensi lingkungan dan pengalaman keseharian sebagai sumber belajar, sekaligus berkontribusi untuk menguatkan pendidikan berbasis komunitas masyarakat.