Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Representasi neural dan 3D gaussian splatting dalam animasi digital: pemetaan bibliometrik celah integrasi pada penelitian real-time rendering Saftrian Mukhlizul Fuad; Bayu Ramadhan Fajri
Lentera Negeri Vol. 6 No. 1 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/993100

Abstract

Real-time rendering telah menjadi salah satu pendorong utama transformasi produksi animasi digital, terutama sejak berkembangnya teknik virtual production, neural rendering, dan 3D Gaussian splatting. Meskipun demikian, peta struktur pengetahuan global mengenai topik ini belum banyak dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan memetakan tren, struktur intelektual, dan evolusi tematik penelitian real-time rendering dalam konteks produksi animasi digital melalui pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus menggunakan kombinasi Boolean Search yang menggabungkan istilah real-time rendering dan animasi digital, dengan hasil awal 410 dokumen yang disaring secara bertahap hingga diperoleh 57 artikel jurnal final terbitan 2016–2025. Analisis dilakukan menggunakan Biblioshiny (Bibliometrix) dan VOSviewer, meliputi analisis kinerja publikasi, analisis kutipan, analisis kolaborasi negara, analisis co-occurrence kata kunci, pemetaan tematik (thematic map), dan evolusi tematik (thematic evolution). Hasil menunjukkan tren publikasi yang meningkat tajam pada 2021–2025, didominasi oleh kontribusi Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jerman, dengan Amerika Serikat memimpin dari sisi dampak sitasi. Tema real-time rendering, animation, dan rendering (computer graphics) menempati kuadran Basic Themes/Motor Themes, sementara 3D Gaussian splatting dan neural radiance field muncul sebagai tema berkembang (emerging) pada periode terbaru. Studi ini mengidentifikasi celah penelitian pada integrasi teknik rendering berbasis neural representation ke dalam alur produksi animasi komersial serta menawarkan agenda penelitian masa depan bagi pengembangan pipeline rendering real-time yang lebih efisien dan dapat diskalakan.
Struktur pengetahuan dan tema berkembang dalam procedural animation: studi bibliometrik integrasi deep learning Saftrian Mukhlizul Fuad; Bayu Ramadhan Fajri
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/993110

Abstract

Riset animasi prosedural berkembang pesat seiring kemajuan pembelajaran mesin, namun struktur pengetahuan dan arah perkembangannya belum banyak dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur pengetahuan, tren tematik, dan perkembangan teknologi pada bidang procedural animation menggunakan pendekatan bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus dengan strategi pencarian Boolean yang menggabungkan istilah procedural animation, motion synthesis, dan character animation, kemudian disaring berdasarkan rentang tahun 2021–2025, jenis sumber jurnal, dan jenis dokumen artikel, sehingga diperoleh 339 artikel final untuk dianalisis menggunakan Bibliometrix/Biblioshiny dan VOSviewer. Hasil menunjukkan tren produksi ilmiah yang meningkat tajam sejak 2023, didominasi ACM Transactions on Graphics dan Computer Graphics Forum sebagai jurnal inti sesuai Hukum Bradford, dengan Tiongkok, Amerika Serikat, dan Prancis sebagai kontributor utama. Analisis ko-occurrence kata kunci dan pemetaan tematik mengidentifikasi character animation, animation, dan deep learning sebagai tema dasar dominan yang belum berkembang menjadi motor themes, sementara diffusion model dan motion generation muncul sebagai tema emerging. Studi ini menyimpulkan bahwa riset procedural animation tengah mengalami pergeseran paradigma dari pendekatan berbasis aturan menuju pembelajaran mendalam dan model generatif, dengan peluang penelitian yang masih terbuka pada integrasi model difusi dengan kendali interaktif.
Perkembangan riset chatbot dalam bimbingan dan konseling: analisis bibliometrik literatur global Wiki Lofandri; Saftrian Mukhlizul Fuad; Bayu Ramadhan Fajri
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces692200

Abstract

Pemanfaatan chatbot dalam layanan bimbingan dan konseling berkembang pesat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dukungan psikologis yang dapat diakses kapan saja, sementara jumlah tenaga konselor manusia relatif terbatas dibandingkan kebutuhan populasi. Penelitian ini menyajikan pemetaan bibliometrik terhadap perkembangan literatur global mengenai chatbot dalam konteks konseling, bimbingan, dan dukungan kesehatan mental selama periode 2021-2025. Data diperoleh dari basis data Scopus menggunakan strategi Boolean yang menggabungkan istilah chatbot/agen percakapan dengan istilah konseling, bimbingan karier, dan dukungan kesehatan mental, dengan proses penyaringan bertahap hingga diperoleh 1.189 artikel jurnal berbahasa Inggris tahap final. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan performance analysis (tren publikasi, analisis sitasi, Hukum Bradford, Hukum Lotka, analisis negara, dan analisis kata kunci) dengan bantuan Bibliometrix/Biblioshiny. Hasil menunjukkan lonjakan produksi ilmiah yang tajam sejak 2023, didominasi oleh jurnal-jurnal rumpun kesehatan digital seperti Journal of Medical Internet Research, dengan Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris sebagai kontributor utama. Pola produktivitas penulis mengikuti Hukum Lotka dengan mayoritas penulis hanya berkontribusi pada satu dokumen, sementara kata kunci "artificial intelligence", "chatbot", dan "mental health" mendominasi struktur tematik, dengan istilah "large language models" dan "ChatGPT" muncul sebagai topik yang berkembang pesat pascakemunculan model bahasa generatif. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan riset pada domain bimbingan karier dan konseling sekolah formal yang masih under-represented dibandingkan dominasi domain kesehatan mental klinis, serta merumuskan agenda riset masa depan terkait integrasi large language model dalam layanan bimbingan dan konseling berbasis sekolah.