Pembelajaran matematika di sekolah dasar sering kali masih bersifat abstrak sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep operasi hitung campuran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan operasi hitung campuran siswa setelah diterapkan permainan tradisional Simar dalam pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV sekolah dasar yang berjumlah 17 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan operasi hitung campuran sebelum dan sesudah pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan perhitungan N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan dari 49,0 pada pretest menjadi 64,1 pada posttest. Analisis N-Gain menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan siswa berada pada kategori rendah hingga sedang, dengan sebagian besar siswa berada pada kategori peningkatan rendah dan sebagian lainnya pada kategori sedang. Meskipun demikian, seluruh siswa mengalami peningkatan hasil belajar tanpa adanya penurunan nilai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional Simar dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang mampu membantu meningkatkan pemahaman konsep operasi hitung campuran pada siswa sekolah dasar