Naomi Yesika Simanjuntak
Universitas Buana Perjuangan Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH LITERASI KEUANGAN, PENERAPAN PENCATATAN AKUNTANSI, DAN PENGGUNAAN FINANCIAL TECHNOLOGY TERHADAP KINERJA KEUANGAN UMKM KECAMATAN MAJALAYA Naomi Yesika Simanjuntak; Lilis Lasmini; Dian Purwandari
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.15075

Abstract

Effective financial management is an important factor in maintaining the sustainability and improving the performance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), particularly amid the increasing digitalization of business activities. However, the utilization of financial knowledge, accounting records, and financial technology may not produce the same outcomes across different MSME contexts, highlighting the need for empirical investigation in specific local settings. This study aims to analyze the effects of financial literacy, accounting record implementation, and financial technology use on the financial performance of MSMEs in Majalaya District. A quantitative approach with a survey method was employed involving 138 MSME owners selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The results show that financial technology use has a positive and significant effect on MSME financial performance, with a path coefficient of 0.559, a t-statistic of 13.204, and a p-value of 0.000. Financial literacy does not have a significant effect on financial performance, as indicated by a path coefficient of -0.043, a t-statistic of 0.337, and a p-value of 0.736. Meanwhile, accounting record implementation has a significant negative effect on financial performance, with a path coefficient of -0.244, a t-statistic of 3.232, and a p-value of 0.001. The R-square value of 0.407 indicates that the three independent variables explain 40.7% of the variance in MSME financial performance, while the remaining 59.3% is explained by other factors outside the model. These findings indicate that financial technology use is the most dominant factor in explaining MSME financial performance in Majalaya District. From the Resource-Based View (RBV) perspective, financial technology can be regarded as a strategically valuable technology-based resource that supports transaction efficiency and MSME financial performance. ABSTRAK Pengelolaan keuangan yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan dan meningkatkan kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama di tengah tuntutan digitalisasi kegiatan usaha. Namun, pemanfaatan pengetahuan keuangan, pencatatan akuntansi, dan teknologi keuangan belum tentu memberikan dampak yang sama pada setiap konteks UMKM, sehingga diperlukan pengujian empiris pada wilayah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, penerapan pencatatan akuntansi, dan penggunaan financial technology terhadap kinerja keuangan UMKM di Kecamatan Majalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 138 pelaku UMKM yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan financial technology berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM dengan koefisien jalur sebesar 0,559, t-statistic sebesar 13,204, dan p-value sebesar 0,000. Literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan koefisien jalur sebesar -0,043, t-statistic sebesar 0,337, dan p-value sebesar 0,736. Sementara itu, penerapan pencatatan akuntansi berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap kinerja keuangan, dengan koefisien jalur sebesar -0,244, t-statistic sebesar 3,232, dan p-value sebesar 0,001. Nilai R-square sebesar 0,407 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen menjelaskan 40,7% variasi kinerja keuangan UMKM, sedangkan 59,3% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan financial technology merupakan faktor yang paling dominan dalam menjelaskan kinerja keuangan UMKM di Kecamatan Majalaya. Dalam perspektif Resource-Based View (RBV), financial technology dapat dipandang sebagai sumber daya berbasis teknologi yang bernilai strategis dalam mendukung efisiensi transaksi dan kinerja keuangan UMKM.