Lanny Mulqie
Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Murbei terhadap Malassezia furfur dan Trichophyton mentagrophytes Ajeng Karin Khairani; Siti Hazar; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy 265 - 274
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v6i2.24766

Abstract

Abstract. Fungal infections caused by Malassezia furfur and Trichophyton mentagrophytes remain a health issue requiring effective treatment. Mulberry leaves (Morus alba L.) are a potential source of antifungal agents, as they contain secondary metabolites capable of inhibiting fungal growth. This study aimed to evaluate the antifungal activity of the ethanolic extract of mulberry leaves against Malassezia furfur and Trichophyton mentagrophytes and to perform a preliminary characterization of the mulberry leaf simplicia to ensure material quality. The study employed the well-diffusion method using mulberry leaf ethanolic extract concentrations of 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%. Ketoconazole served as the positive control, while DMSO was used as the negative control. Results for Malassezia furfur showed inhibition zone diameters of  6.33 mm, 8.26 mm, 12.82 mm, 13.66 mm, 15.48 mm, and 16.15 mm at concentrations of 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%, respectively. For Trichophyton mentagrophytes, the inhibition zone diameters observed at the same concentrations were 5.20 mm, 5.70 mm, 6.66 mm, 7.80 mm, 10.25 mm, and 10.65 mm. Abstrak. Infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Malassezia furfur dan Trichophyton mentagrophytes masih menjadi permasalahan pada kesehatan yang membutuhkan penanganan efektif. alternatif antijamur yang dapat dikembangkan, salah satunya daun murbei (Morus alba L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki potensi menghambat pertumbuhan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol daun murbei terhadap Malassezia furfur dan Trichophyton mentagrophytes serta menetapkan karakterisasi pendahuluan simplisia dari daun murbei untuk menjamin kualitas bahan yang baik dalam penelitian. Penelitian ini dengan metode difusi sumuran dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun murbei 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%. Pembanding yang digunakan adalah ketokonazol dan kontrol negatif DMSO. Hasil menunjukkan pada metode difusi sumuran pada konsentrasi 5%; 10%; 15%; 20%; 25; dan 30% diameter hambat yang terbentuk sebesar 6, 33 mm;  8,26 mm; 12,82 mm 13,66 mm 15,48 mm 16,15 nm. Sedangkan jamur Trichophyton mentagrophytes pada konsentrasi 5%; 10%; 15%; 20%; 25; dan 30% diameter hambat yang terbentuk sebesar  nm; 5,20 mm; 5,70 mm ; 6,66 mm;7,80 mm; 10,25 mm; 10,65 mm.
Pemahaman Anemia dan Ketepatan Penggunaan Tablet Tambah Darah di Kecamatan Maja Fakhriyah Faris Syarafi; Suwendar Suwendar; Lanny Mulqie
Bandung Conference Series: Pharmacy 399 - 406
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v6i2.24969

Abstract

Abstract. Anemia is a common health problem among adolescent girls and can affect their growth, development, productivity, and future reproductive health. One of the government’s efforts to prevent anemia is through a program that provides iron supplements; however, the program’s success depends on adolescent girls’ level of understanding and proper use of these supplements. This study aims to examine adolescent girls’ understanding of anemia and iron-rich tablets, as well as the accuracy of their use, in Maja Subdistrict, Majalengka Regency. The study employed a descriptive observational method with a cross-sectional approach among adolescent girls using a questionnaire. The results showed that the level of understanding regarding anemia was in the “adequate” category (68.05%), understanding of iron-rich tablets was in the “good” category (79%), and the accuracy of iron-rich tablet use was in the “good” category (95.5%). Additionally, knowledge regarding the prevention of anemia through nutrition was in the “adequate” category (67.5%). It can be concluded that adolescent girls in Maja Subdistrict have adequate understanding of anemia as well as good understanding and proper use of iron supplements; however, further education is still needed in several aspects to support optimal anemia prevention. Abstrak. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Salah satu upaya pencegahan anemia yang dilakukan pemerintah adalah melalui program pemberian tablet tambah darah (TTD), namun keberhasilan program tersebut dipengaruhi oleh tingkat pemahaman dan ketepatan penggunaan TTD oleh remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman mengenai anemia dan tablet tambah darah serta ketepatan penggunaan tablet tambah darah pada remaja putri di Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka. Penelitian menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional pada remaja putri menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mengenai anemia berada dalam kategori cukup (68,05%), pemahaman mengenai tablet tambah darah berada dalam kategori baik (79%), dan ketepatan penggunaan tablet tambah darah berada dalam kategori baik (95,5%). Selain itu, pengetahuan mengenai pencegahan anemia melalui gizi berada dalam kategori cukup (67,5%). Dapat disimpulkan bahwa remaja putri di Kecamatan Maja memiliki pemahaman yang cukup mengenai anemia serta pemahaman dan ketepatan penggunaan tablet tambah darah yang baik, namun masih diperlukan peningkatan edukasi pada beberapa aspek untuk mendukung pencegahan anemia secara optimal.