Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Changesin Carbon to Nitrogen Ratio (C/N) in Peatlands of Pontianakas Influenced by Land Management Duration Abdulmujib Alhaddad; Leony Agustine; Sri Dewi Murni
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11434

Abstract

Peatland farmers in Pontianak have traditionally applied combustion ash and organic matter to increase soil pH and nutrient availability, thereby enhancing crop productivity. Poultry manure is essential for providing essential macro- and micronutrients. Although changes in peat soil properties due to agricultural use are known, the specific attributes affected and the magnitude of these changes remain poorly documented. This study aimed to: (1) determine changes in the carbon-to-nitrogen (C/N) ratio in peat soils cultivated under different land management practices, and (2) assess temporal changes in the C/N ratio associated with different cultivation durations. The study employed a direct survey method. Results showed that differences in peat soil characteristics between managed and unmanaged land were primarily evident in the 0–20 cm and 20–40 cm layers. Changes in the C/N ratio were caused by intensive management practices involving large amounts of combustion ash, fish waste, shrimp shells, lime, urea, and KCl. In general, management duration did not significantly affect the C/N ratio or other chemical properties, except for KED and base saturation. At depths of 40–80 cm, the management effect is negligible, indicating that topsoil interventions have only limited impact on deeper layers. The relative stability of nutrient status in Pontianak's peatlands, despite prolonged intensive inputs, demonstrates the resilience of peat soil fertility. Changes in land suitability characteristics are primarily driven by management practices rather than cultivation duration.
Pendampingan Penerapan Vermikompos dan POC untuk Budidaya Padi Berkelanjutan di Desa Sungai Rengas Sri Dewi Murni; Rita Hayati; Junaidi; Abdulmujib Alhaddad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu wilayah pasang surut yang menghadapi permasalahan rendahnya kesuburan tanah dan tingginya biaya pupuk kimia dalam budidaya padi. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan elompok tani dalam memproduksi dan mengaplikasikan pupuk organik berupa vermikompos dan pupuk organic cair (POC) bebrasi limbah likal sebagai upaya mendukung budidaya padi yang berkelanjutan. Metode pelaksaanan meliputi tahapan persiapan dan sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan, prktik pendampingan, serta evaluasi dan pemantauan pasca kegiatan. Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa pemahaman peserta mengenai konsep dan Teknik pembuatan vermikompos masih sangat rendah (0%), sedangkan pemahaman dasar mengenai POC berkisar 50% dengan Tingkat kegagalan produksi POC mencapai 99% akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Setelah dilakukan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan praktik langsusng, hasil evaluasi akhir menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keteampilan petani hingga 80% dalam memahami dan menerapkan teknologi pembuatan vermikompos dan POC. Petani mampu mengenali bahan baku, menentukan rasio campuran bahan, menjaga kondisi fermentasi, menentukan dosis dan waktu aplikasi yang tepat.