p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengalaman Anak Usia Sekolah Dasar dalam Menghadapi Menarche Dini tentang Respon Fisik, Psikologis, dan Sosial Ayuna Khaina; Siti Sholihat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1234

Abstract

Latar Belakang: Menarche dini yang dialami oleh anak usia sekolah dasar memunculkan tantangan adaptasi yang kompleks akibat ketidakseimbangan antara kematangan fungsi reproduksi biologis dengan kesiapan kognitif serta emosional anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman anak perempuan usia sekolah dasar (9–10 tahun) dalam menghadapi Menarche dini ditinjau dari aspek respon fisik, psikologis, dan sosial. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif ini melibatkan 10 partisipan siswi SDN Mekarjaya 7 Kota Depok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in–depth interview ) berpedoman dan catatan lapangan. Analisis data menerapkan metode Colaizzi dan John W. Creswell. Triangulasi sumber dilakukan kepada orang tua dan guru untuk menjamin kredibilitas data. Hasil: Penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) Respon fisik, meliputi munculnya dismenore primer (kram abdomen melilit), gejala sistemik (pusing, pegal ekstremitas, lemas), sensasi mengganjal saat menggunakan pembalut, serta koping fisik sederhana berupa kompres air hangat; (2) Respon psikologis dan emosional, ditandai oleh reaksi afektif awal (syok, kaget, bingung), distres emosional (menangis), dan ketidakstabilan suasana hati (Mood Swing/marah); (3) Respon sosial, mencakup pentingnya bimbingan edukasi kebersihan menstruasi berbasis keluarga (ibu/kakak), reaksi keterkejutan teman sebaya, keterbukaan status haid akibat pembatasan ibadah di sekolah, serta munculnya perasaan terasing akibat terbatasnya aktivitas bermain. Kesimpulan: Menarche dini menimbulkan dampak holistik biopsikososial yang memerlukan mekanisme pendampingan yang peka dan terintegrasi dari lingkungan keluarga serta ekosistem sekolah.
Pengalaman Psikososial dan Budaya Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Posyandu Betet Cibinong Kabupaten Bogor: Studi Fenomenologi Rintan Priyatna; Siti Sholihat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1339

Abstract

Latar Belakang: Meskipun manfaat ASI eksklusif telah dibuktikan secara ilmiah, keberhasilan pemberian ASI masih dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, sosial, dan budaya yang dialami ibu selama proses menyusui. Pemahaman mengenai pengalaman ibu diperlukan sebagai dasar penyusunan intervensi yang lebih komprehensif. Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman psikososial dan budaya ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Posyandu Betet Cibinong Kabupaten Bogor. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Sebanyak 17 ibu yang sedang atau pernah memberikan ASI eksklusif dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Triangulasi dilakukan kepada suami dan kader Posyandu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Analisis menghasilkan enam tema utama yaitu pengalaman awal ibu dalam memberikan ASI eksklusif, dinamika psikologis selama menyusui, dukungan sosial sebagai faktor keberhasilan, pengaruh budaya terhadap praktik menyusui, hambatan dan strategi mempertahankan ASI eksklusif, serta persepsi ibu mengenai manfaat ASI eksklusif. Dukungan suami, keluarga, kader, dan tenaga kesehatan meningkatkan keyakinan ibu dalam menyusui, sedangkan mitos budaya dan kurangnya dukungan menjadi hambatan yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Keberhasilan pemberian ASI eksklusif tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi biologis ibu, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek psikologis, dukungan sosial, dan budaya. Pendekatan pelayanan kesehatan yang melibatkan keluarga dan mempertimbangkan budaya lokal diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.