Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengalaman Psikososial dan Budaya Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Posyandu Betet Cibinong Kabupaten Bogor: Studi Fenomenologi Rintan Priyatna; Siti Sholihat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1339

Abstract

Latar Belakang: Meskipun manfaat ASI eksklusif telah dibuktikan secara ilmiah, keberhasilan pemberian ASI masih dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, sosial, dan budaya yang dialami ibu selama proses menyusui. Pemahaman mengenai pengalaman ibu diperlukan sebagai dasar penyusunan intervensi yang lebih komprehensif. Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman psikososial dan budaya ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Posyandu Betet Cibinong Kabupaten Bogor. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Sebanyak 17 ibu yang sedang atau pernah memberikan ASI eksklusif dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Triangulasi dilakukan kepada suami dan kader Posyandu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Analisis menghasilkan enam tema utama yaitu pengalaman awal ibu dalam memberikan ASI eksklusif, dinamika psikologis selama menyusui, dukungan sosial sebagai faktor keberhasilan, pengaruh budaya terhadap praktik menyusui, hambatan dan strategi mempertahankan ASI eksklusif, serta persepsi ibu mengenai manfaat ASI eksklusif. Dukungan suami, keluarga, kader, dan tenaga kesehatan meningkatkan keyakinan ibu dalam menyusui, sedangkan mitos budaya dan kurangnya dukungan menjadi hambatan yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Keberhasilan pemberian ASI eksklusif tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi biologis ibu, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek psikologis, dukungan sosial, dan budaya. Pendekatan pelayanan kesehatan yang melibatkan keluarga dan mempertimbangkan budaya lokal diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.