Pengetahuan gizi memiliki peran penting dalam menentukan perilakukonsumsi makanan selama kehamilan. Ibu dengan pengetahuan gizi yang baikcenderung mampu memilih makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh danjanin, sehingga berisiko lebih rendah mengalami KEK. Sebaliknya, pengetahuan yangrendah menyebabkan pola makan yang tidak seimbang dan rendahnya kesadaran akanpentingnya nutrisi. Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu masalahkesehatan di dunia, terutama di negara-negara berkembang, yang hingga saat ini masihmenjadi perhatian dalam bidang kesehatan masyarakat. Kondisi KEK pada ibu hamildapat berdampak KEK ditandai dengan LiLA <23,5 cm dan merupakan kondisidefisiensi energi serta protein jangka Panjang, yang dapat berdampak pada komplikasikehamilan, persalinan prematur, bayi stunting, maupun kematian ibu dan bayi.Tujuan : Mengetahui “ Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Gizi Ibu Hamildengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Di UPTD Puskesmas Menteng KotaPalangka Raya ”Metode : Penelitian ini menggunakan desain Kuantitatif Pendekatan Cross Sectional.sampel 73 responden yang di ambil secara Accidental sampling. instrumen yangdigunakan berupa kuisioner dan Pita LILA. kuisioner untuk mengukur tentangpengetahuan Ibu Hamil tentang gizi sedangkan Pita LILA untuk mengukur StatusKekurangan energi Kronik. Analisa data yang di gunakan Uji Chi-Square.Hasil : hasil Uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi P=0,001 (P<0,05), yangberarti terdapat Hubungan yang signifikan antara Pengetahuan Tentang Gizi Ibu Hamildengan Kekurangan Energi Kronik (KEK).Kesimpulan: Ibu hamil dengan tingkat pengetahuan gizi yang baik cenderung tidakmengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK), sedangkan ibu hamil dengan tingkatpengetahuan cukup dan kurang lebih banyak mengalami KEK. Hal ini menunjukkanbahwa pengetahuan gizi memiliki pengaruh penting terhadap kemampuan ibu hamildalam menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta menjaga status giziselama kehamilan. Semakin baik pengetahuan ibu hamil mengenai gizi, maka semakinrendah risiko terjadinya KEK.