Anak tunagrahita memiliki keterbatasan dalam menerima dan menerapkan informasi sehingga memerlukanpendekatan pendidikan kesehatan yang sesuai dengan karakteristik belajarnya. Salah satu permasalahan yangperlu mendapat perhatian adalah pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, khususnya kemampuan menyikat gigisecara tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metodedemonstrasi terhadap pengetahuan dan keterampilan cara menyikat gigi pada anak tunagrahita di Sekolah DasarLuar Biasa Untung Tuah Kota Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experiment dan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa tunagrahita kelasIII–VI yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pendidikan kesehatan diberikan melalui metodedemonstrasi sebanyak tiga kali, sedangkan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuandan lembar observasi keterampilan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalamkategori kurang dan keterampilan menyikat gigi dalam kategori perlu bimbingan. Setelah intervensi, seluruhresponden mencapai kategori pengetahuan baik dan keterampilan sangat baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkannilai p = 0,000 (<0,05) pada pengetahuan dan keterampilan, sehingga terdapat perbedaan yang signifikansebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan melalui metode demonstrasi. Metode demonstrasi dapatmenjadi pendekatan pendidikan kesehatan yang efektif karena memberikan pengalaman belajar secara konkret,visual, dan melalui praktik langsung yang sesuai dengan karakteristik anak tunagrahita.