Ananda Junita Rahadian
STIKes Raflesia Depok

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Status Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Posyandu Asoka II Kelurahan Ciparigi Ananda Junita Rahadian; Priharyanti Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1364

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalammeningkatkan status kesehatan bayi karena mampu mendukung pertumbuhan, perkembangan, sertameningkatkan daya tahan tubuh, meskipun demikian, cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum mencapaitarget yang diharapkan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusifadalah status pekerjaan ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status pekerjaan ibudengan pemberian ASI eksklusif di Posyandu ASOKA II Kelurahan Ciparigi. Metode: Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 ibu yangmemiliki anak usia 6–24 bulan dan memiliki riwayat menyusui, dipilih menggunakan teknik total sampling.Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besarresponden merupakan ibu yang tidak bekerja sebanyak 47 orang (52,8%), sedangkan ibu bekerja sebanyak 42orang (47,2%), Mayoritas responden tidak memberikan ASI eksklusif, sebanyak 53 orang (59,6%), sedangkan36 orang (40,4%) memberikan ASI eksklusif. Pada kelompok ibu bekerja, sebagian besar tidak memberikan ASIeksklusif (81,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara statuspekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif (p < 0,001; OR = 0,160). Kesimpulan: Status pekerjaan ibuberhubungan secara signifikan dengan pemberian ASI eksklusif di Posyandu ASOKA II Kelurahan Ciparigi. Ibuyang bekerja cenderung memiliki peluang yang lebih rendah dalam memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibuyang tidak bekerja. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, serta lingkungan tempat kerja diperlukan untukmeningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.