Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Influence of Gymnastics on Disminore Inadolescent Women Priharyanti Wulandari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 1 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.617 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v5i1.1342

Abstract

Dysmenorrhea is a condition that occurs when menstruation can interfere with activity and require treatment. Handling of dysmenorrhea is divided into two pharmacologically can be handled with analgesic therapy while non-pharmacologically can be treated with relaxation techniques such as gymnastics. Gymnastics is one of the non-pharmacological methods to reduce dysminorea. Method Quasi experimental research design with one group pre-test - post test design without control group. The number of samples 33 people. Data collection using observation sheets by examining the scale of dysmenorrhea before and after given the exercise intervention. Results In this study using the Wilcoxon signed rank analysis method. . Z value = -4.893 and p value 0.000 ≤ 0.05 Ho is rejected Ha is accepted, which means that there is an effect of gymnastics on decreasing the disminore pain scale between before Gymnastics and after Gymnastics.
Peningkatan Kemampuan Kader melalui Pelatihan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet untuk Ibu Menyusui Menik Kustriyani; Heny Prasetyorini; Arifianto Arifianto; Dwi Nur Aini; Mariyati Mariyati; Priharyanti Wulandari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i4.1300

Abstract

Pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini berfokus pada upaya pengembangan peran serta kader dalam memotivasi ibu memberikan ASI Ekslusif. Program ASI Ekslusif sangat penting dilaksanakan, bayi yang tidak diberikan ASI Eklsusif lebih rentan sakit. Program Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan agar kader mengetahui dan memahami pentingnya mengetahui cara meningkatkan produksi ASI ibu menyusui, dan dapat mempraktikkan cara meningkatkan produksi ASI dengan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet sehingga kader dapat memotivasi ibu untuk menyusui bayinya minimal sampai dengan enam bulan. Kegiatan dalam Program PKM ini antara lain: 1) Mengajarkan prosedur Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet pada Kader, dan 2) melakukan pendampingan dalam pelaksanaan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet, 3) monitoring dan evaluasi program. Hasil dalam kegiatan- kegiatan tersebut adalah terdapat 21 kader di RW IX Kelurahan Tambak Aji, yang mengikuti kegiatan 13 kader dari 5 RT. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat didapatkan 92% kader mampu menjelaskan tentang manfaat pemberian ASI Ekslusif, 82% kader mampu melakukan prosedur Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet (POTM) sesuai prosedur. Kegiatan monitoring dan evaluasi juga dilakukan untuk memastikan kader kesehatan dapat melakukan sesuai prosedur yang sudah diberikan. Outcome kegiatan PKM ini adalah kader kesehatan mengetahui manfaat pemberian ASI ekslusif, kader dapat melakukan Pijat Oksitosin dan Teknik Marmet.
Hubungan Tingkat Stress Dengan Kejadian Keputihan Pada Siswi Kelas IX SMP Negeri 27 Depok Tahun 2026 Labidah Azka; Priharyanti Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1335

Abstract

Keputihan adalah cairan atau lendir yang diproduksi oleh vagina dan leher rahim yang biasanya disebabkan infeksi yang berasal dari mikroorganisme, personal hygiene, penggunaan bahan pakaian, aktivitas fisik dan stress. Tujuan penelitian Untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas XI SMP Negeri 27 Depok. Metode Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tingkat stres mayoritas kategori stress sedang, yaitu sebanyak 43 orang, responden mengalami keputihan sebanyak 67 responden, sedangkan keputihan fisiologis 45, sedangkan responden yang mengalami keputihan patologis sebanyak 22 orang. Analisis statistik menggunakan uji Fisher’s exact didapatkan p-value = 0,024 (p< 0,05) yang menunjukan adanya hubungan bermakna antar dua variable, artinya semakin berat tingkat stress maka semakin tinggi angka kejadian keputihan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat stress dengan kejadian keputihan pada siswi.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kesiapan Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas 4 Dan 5 Di SDN Mekarjaya 14 Kota Depok Savila Nurfajrina; Priharyanti Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1353

Abstract

Menstruasi perdana atau menarche merupakan peristiwa fisiologis yang menandaimulai matangnya fungsi reproduksi pada remaja perempuan. Kesiapan siswi dalam menghadapimenarche dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya sikap, dukungan orang tua, dan tingkatkecemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap, dukungan orang tua,dan kecemasan dengan kesiapan siswi kelas 4 dan 5 SDN Mekarjaya 14 Kota Depok dalammenghadapi menarche. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional. Sampel penelitian berjumlah 96 siswi kelas 4 dan 5 yang belum mengalami menstruasipertama, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dandianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Sebanyak 59 responden (61,5%) termasuk kategorisiap menghadapi menarche, 52 responden (54,2%) memiliki sikap positif, 50 responden (52,1%)memperoleh dukungan orang tua pada kategori kurang, dan 44 responden (45,8%) mengalamikecemasan berat. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap (p =0,034), dukungan orang tua (p = 0,048), dan kecemasan (p = 0,049) dengan kesiapan menghadapimenarche. Kesimpulan: Sikap, dukungan orang tua, dan kecemasan berhubungan secara signifikandengan kesiapan siswi dalam menghadapi menstruasi perdana. Oleh karena itu, sekolah perlu menjalinkerja sama dengan keluarga dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi kesehatan reproduksiguna mendukung kesiapan siswi menghadapi menarche.
Hubungan Status Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Posyandu Asoka II Kelurahan Ciparigi Ananda Junita Rahadian; Priharyanti Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1364

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalammeningkatkan status kesehatan bayi karena mampu mendukung pertumbuhan, perkembangan, sertameningkatkan daya tahan tubuh, meskipun demikian, cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum mencapaitarget yang diharapkan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusifadalah status pekerjaan ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status pekerjaan ibudengan pemberian ASI eksklusif di Posyandu ASOKA II Kelurahan Ciparigi. Metode: Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 ibu yangmemiliki anak usia 6–24 bulan dan memiliki riwayat menyusui, dipilih menggunakan teknik total sampling.Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besarresponden merupakan ibu yang tidak bekerja sebanyak 47 orang (52,8%), sedangkan ibu bekerja sebanyak 42orang (47,2%), Mayoritas responden tidak memberikan ASI eksklusif, sebanyak 53 orang (59,6%), sedangkan36 orang (40,4%) memberikan ASI eksklusif. Pada kelompok ibu bekerja, sebagian besar tidak memberikan ASIeksklusif (81,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara statuspekerjaan ibu dengan pemberian ASI eksklusif (p &lt; 0,001; OR = 0,160). Kesimpulan: Status pekerjaan ibuberhubungan secara signifikan dengan pemberian ASI eksklusif di Posyandu ASOKA II Kelurahan Ciparigi. Ibuyang bekerja cenderung memiliki peluang yang lebih rendah dalam memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibuyang tidak bekerja. Dukungan keluarga, tenaga kesehatan, serta lingkungan tempat kerja diperlukan untukmeningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
Penerapan Teknik Marmet Dan Pijat Oksitosin Terhadap Menyusui Tidak Efektif Dengan Postpartum Di RSUD Kota Bogor Anisa Nur Khalifah Rihartono; Priharyanti Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1417

Abstract

Menyusui tidak efektif merupakan masalah yang dapat terjadi pada ibu postpartum akibat ketidakadekuatan suplai dan pengeluaran ASI. Kondisi ini dapat menghambat pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi dan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan teknik Marmet dan pijat oksitosin terhadap masalah menyusui tidak efektif pada ibu postpartum di RSUD Kota Bogor. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada Ny. T usia 40 tahun yang mengalami masalah Menyusui Tidak Efektif berhubungan dengan ketidakadekuatan suplai ASI setelah persalinan Sectio Caesarea. Intervensi berbasis Evidence Based Practice (EBP) berupa pijat oksitosin selama ±15 menit dilanjutkan teknik Marmet selama ±20 menit, satu kali sehari selama tiga hari. Evaluasi dilakukan melalui observasi kelancaran dan volume ASI menggunakan pompa ASI dan kantong pumping. Hasil menunjukkan peningkatan volume ASI dari ±0,5 ml menjadi 30 ml pada hari pertama, 50 ml menjadi 90 ml pada hari kedua, dan 150 ml menjadi 180 ml pada hari ketiga. Selain itu, ASI tampak lebih lancar, payudara menjadi lebih lunak setelah pumping, ibu mampu melakukan teknik Marmet secara mandiri, dan kepercayaan diri ibu dalam menyusui meningkat. Keterbatasan penerapan asuhan adalah waktu pelaksanaan yang mengikuti lama perawatan pasien sehingga evaluasi belum dapat dilakukan setelah pasien pulang. Kesimpulannya, kombinasi teknik Marmet dan pijat oksitosin menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan volume dan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu postpartum dengan masalah Menyusui Tidak Efektif. Kata kunci: Ketidakadekuatan Suplai ASI, Pijat Oksitosin, Teknik Marmet