p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Yelstria Ulina Tarigan
Universitas Eka Harap

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir di Daerah Lahan Basah pada Wilayah Kerja Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Enjelika Sinta; Meilitha Carolina; Yelstria Ulina Tarigan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1480

Abstract

Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi dan menjadi ancaman berulang bagi masyarakat di wilayah lahan basah. Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, rentan terhadap banjir kiriman akibat karakteristik topografi dan kedekatannya dengan aliran sungai, sehingga masyarakat dituntut memiliki kesiapsiagaan yang baik guna mengurangi risiko dan dampak bencana. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai bencana banjir diduga menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di wilayah lahan basah pada wilayah kerja Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross–sectional. Sebanyak 92 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada tingkat signifikansi α = 0,05. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori tinggi (66 responden; 71,7%) dan tingkat kesiapsiagaan kategori tinggi (45 responden; 48,9%). Uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,038 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = –0,217, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan lemah dan arah negatif antara kedua variabel. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di lahan basah Kelurahan Kereng Bangkirai. Arah hubungan yang negatif mengindikasikan bahwa pengetahuan tinggi tidak selalu diikuti kesiapsiagaan tinggi, sehingga faktor lain seperti pengalaman, sikap, dan dukungan sosial diduga turut berperan dan perlu dikaji lebih lanjut.
Pengaruh Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Pengguna Transportasi Air Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Dela Pitriani; Yelstria Ulina Tarigan; Meilitha Carolina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1532

Abstract

Wilayah perairan Kelurahan Kereng Bangkirai memiliki risiko tinggikejadian kegawatdaruratan air seperti tenggelam dan henti jantung, mengingat aktivitastransportasi air yang padat. Selama ini, masyarakat cenderung menerapkan tindakanpertolongan pertama tradisional yang kurang tepat serta berisiko memperburuk kondisikorban. Keberadaan hambatan bahasa, komunikasi, dan faktor budaya lokal mempertegasperlunya pendekatan baru yang lebih adaptif. Oleh karena itu, diperlukan intervensiedukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diintegrasikan dengan nilai-nilai kearifanlokal serta bahasa daerah agar materi lebih mudah dipahami, diterima, dan diterapkanoleh masyarakat setempatTujuan: Menganalisis pengaruh edukasi BHD berbasis kearifan lokal terhadappengetahuan dan sikap masyarakat pengguna transportasi air di Kelurahan KerengBangkirai, Kota Palangka Raya.Metode: Penelitian pra-eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest inimelibatkan 46 responden pengguna transportasi air yang dipilih menggunakan teknikconsecutive sampling. Intervensi berupa edukasi BHD yang mengintegrasikan bahasadaerah (Dayak Ngaju dan Banjar) serta pendekatan budaya lokal. Data dikumpulkanmelalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Paired Samples t-Test.Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pada skor rata-rata pengetahuan dari 45,11 saat pre-test menjadi 84,24 saat post-test ($t = -11,506$; $p &lt; 0,001$). Rata-rata skor sikap jugamengalami peningkatan bermakna dari 69,57 menjadi 77,55 ($t = -6,875$; $p &lt; 0,001$).Pasca-intervensi, seluruh responden (100%) berada pada kategori sikap tinggi.Kesimpulan: Edukasi BHD berbasis kearifan lokal terbukti efektif meningkatkanpengetahuan dan sikap masyarakat pengguna transportasi air dalam penanganankegawatdaruratan perairan. Pendekatan kultural ini dapat menjadi model edukasikesehatan gawat darurat berbasis komunitas.