p-Index From 2021 - 2026
1.084
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Terapi Ozon Terhadap Penyembuhan Luka Pada Pasien Home Care Di Rumah Sehat Tunas Pelita Gupinda; Meilitha Carolina; Dian Mitra D. Silalahhi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1272

Abstract

Luka kronis merupakan masalah kesehatan yang memerlukanperawatan jangka panjang dan dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Terapi ozonmerupakan salah satu terapi modern yang memiliki efek antimikroba, meningkatkanoksigenasi jaringan, serta mempercepat pembentukan jaringan granulasi sehingga dapatmembantu proses penyembuhan luka. Tingginya jumlah pasien luka kronis yangmenjalani perawatan home care di Rumah Sehat Tunas Pelita mendorong perlunya terapiyang efektif untuk mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh pemberian terapi ozon terhadap penyembuhan luka pada pasienhome care di Rumah Sehat Tunas Pelita.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cohort Retrospektif dengan pendekatan datalampau. Populasi penelitian adalah seluruh data rekam medis pasien home care denganluka kronis di Rumah Sehat Tunas Pelita periode Desember 2025–Februari 2026sebanyak 37 responden. Teknik sampling menggunakan Total Sampling. Data diperolehdari rekam medis dan lembar observasi kondisi luka, kemudian dianalisis menggunakanuji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil: Sebelum diberikan terapi ozon, sebagian besar responden berada pada kategoriluka buruk sebanyak 30 responden (81%) dan kategori kurang sebanyak 7 responden(19%). Setelah terapi ozon, kondisi luka meningkat menjadi kategori baik sebanyak 33responden (89%) dan kategori cukup sebanyak 4 responden (11%). Hasil uji Wilcoxonmenunjukkan nilai Z = -5,314 dengan p-value < 0,001 (p < 0,05).Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian terapi ozon terhadap penyembuhan lukapada pasien home care di Rumah Sehat Tunas Pelita. Terapi ozon terbukti memperbaikikondisi luka yang ditandai dengan peningkatan kualitas jaringan dan penurunan skorluka.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir di Daerah Lahan Basah pada Wilayah Kerja Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Enjelika Sinta; Meilitha Carolina; Yelstria Ulina Tarigan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1480

Abstract

Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi dan menjadi ancaman berulang bagi masyarakat di wilayah lahan basah. Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, rentan terhadap banjir kiriman akibat karakteristik topografi dan kedekatannya dengan aliran sungai, sehingga masyarakat dituntut memiliki kesiapsiagaan yang baik guna mengurangi risiko dan dampak bencana. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai bencana banjir diduga menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di wilayah lahan basah pada wilayah kerja Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross–sectional. Sebanyak 92 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada tingkat signifikansi α = 0,05. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori tinggi (66 responden; 71,7%) dan tingkat kesiapsiagaan kategori tinggi (45 responden; 48,9%). Uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,038 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = –0,217, yang menunjukkan hubungan signifikan dengan kekuatan lemah dan arah negatif antara kedua variabel. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di lahan basah Kelurahan Kereng Bangkirai. Arah hubungan yang negatif mengindikasikan bahwa pengetahuan tinggi tidak selalu diikuti kesiapsiagaan tinggi, sehingga faktor lain seperti pengalaman, sikap, dan dukungan sosial diduga turut berperan dan perlu dikaji lebih lanjut.
Pengaruh Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Pengguna Transportasi Air Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Dela Pitriani; Yelstria Ulina Tarigan; Meilitha Carolina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1532

Abstract

Wilayah perairan Kelurahan Kereng Bangkirai memiliki risiko tinggikejadian kegawatdaruratan air seperti tenggelam dan henti jantung, mengingat aktivitastransportasi air yang padat. Selama ini, masyarakat cenderung menerapkan tindakanpertolongan pertama tradisional yang kurang tepat serta berisiko memperburuk kondisikorban. Keberadaan hambatan bahasa, komunikasi, dan faktor budaya lokal mempertegasperlunya pendekatan baru yang lebih adaptif. Oleh karena itu, diperlukan intervensiedukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diintegrasikan dengan nilai-nilai kearifanlokal serta bahasa daerah agar materi lebih mudah dipahami, diterima, dan diterapkanoleh masyarakat setempatTujuan: Menganalisis pengaruh edukasi BHD berbasis kearifan lokal terhadappengetahuan dan sikap masyarakat pengguna transportasi air di Kelurahan KerengBangkirai, Kota Palangka Raya.Metode: Penelitian pra-eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest inimelibatkan 46 responden pengguna transportasi air yang dipilih menggunakan teknikconsecutive sampling. Intervensi berupa edukasi BHD yang mengintegrasikan bahasadaerah (Dayak Ngaju dan Banjar) serta pendekatan budaya lokal. Data dikumpulkanmelalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Paired Samples t-Test.Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pada skor rata-rata pengetahuan dari 45,11 saat pre-test menjadi 84,24 saat post-test ($t = -11,506$; $p &lt; 0,001$). Rata-rata skor sikap jugamengalami peningkatan bermakna dari 69,57 menjadi 77,55 ($t = -6,875$; $p &lt; 0,001$).Pasca-intervensi, seluruh responden (100%) berada pada kategori sikap tinggi.Kesimpulan: Edukasi BHD berbasis kearifan lokal terbukti efektif meningkatkanpengetahuan dan sikap masyarakat pengguna transportasi air dalam penanganankegawatdaruratan perairan. Pendekatan kultural ini dapat menjadi model edukasikesehatan gawat darurat berbasis komunitas.
Hubungan Edukasi Terhadap Kejadian Diare Berulang Pada Balita Tahun 2026 Di RSIA Bunda Palangka Raya Desta Erma Natalia; Meilitha Carolina; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1424

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada balita yang masih menyebabkantingginya angka kesakitan dan kematian di negara berkembang. Kejadian diare berulang dapatdipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan orang tua mengenai pencegahan dan penanganan diare.Edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, serta perilaku hidupbersih dan sehat sehingga diharapkan dapat menurunkan kejadian diare berulang pada balita.Berdasarkan data RSIA Bunda Palangka Raya tahun 2025, terdapat 205 kasus diare pada balita dan98 kasus di antaranya merupakan diare berulang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubunganedukasi dengan kejadian diare berulang pada balita tahun 2026 di RSIA Bunda Palangka Raya.Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan retrospektif dan desain kohortretrospektif. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik totalsampling dan dibagi menjadi kelompok terpapar edukasi dan tidak terpapar edukasi. Data diperolehdari rekam medis menggunakan lembar checklist, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariatmenggunakan uji Chi-Square serta perhitungan Relative Risk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa30 responden pernah mendapatkan edukasi dan 30 responden tidak mendapatkan edukasi.Sebanyak 24 balita mengalami diare berulang dan 36 balita tidak mengalami diare berulang. Hasiluji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,002 dengan RR 3,000 (95% CI: 1,385–6,499).Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara edukasi dan kejadian diare berulang. Balita yangorang tuanya tidak mendapatkan edukasi berisiko tiga kali lebih besar mengalami diare berulang.
Hubungan Kepatuhan Perawat Dengan Sikap Dalam Penerapan Patient Safety Di RS Tipe D Pratama Pujon Yunanda; Meilitha Carolina; Dian Mitra D. Silalahi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1438

Abstract

Patient safety merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kepatuhan perawat dalam melaksanakan tindakan sesuai standar operasional prosedur serta sikap positif terhadap keselamatan pasien sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kejadian tidak diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan perawat dengan sikap dalam penerapan patient safety di RS Tipe D Pratama Pujon. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi kepatuhan dan kuesioner Safety Attitudes Questionnaire (SAQ). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden, sebanyak 20 responden (67%) memiliki tingkat kepatuhan kategori patuh dengan sikap baik dalam penerapan patient safety, 3 responden (10%) memiliki tingkat kepatuhan patuh dengan sikap cukup, 3 responden (10%) memiliki tingkat kepatuhan cukup patuh dengan sikap baik, dan 4 responden (13%) memiliki tingkat kepatuhan cukup patuh dengan sikap cukup. Hasil uji Fisher’s Exact Test diperoleh nilai p = 0,033 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan perawat dengan sikap dalam penerapan patient safety di RS Tipe D Pratama Pujon. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan perawat dengan sikap dalam penerapan patient safety. Sikap perawat yang baik dapat mendukung kepatuhan dalam pelaksanaan tindakan keperawatan sesuai prinsip keselamatan pasien. Oleh karena itu, rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan supervisi dan pelatihan terkait patient safety guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Hubungan Hambatan Temporal Dan Geografis Dengan Response Time Pada Kegawatdaruratan Air Di Daerah Lahan Basah Septia Chlaudia Levina; Meilitha Carolina; Efri Dulie
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1550

Abstract

Latar Belakang: Response time merupakan indikator penting dalam pelayanan kegawatdaruratan karena berhubungan dengan keberhasilan penanganan korban. Pada daerah lahan basah, hambatan temporal dan geografis dapat memperlambat pertolongan pada kegawatdaruratan air. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa keterlambatan respons dipengaruhi oleh jarak, akses jalan, transportasi, kondisi lingkungan, dan waktu kejadian, tetapi penelitian khusus yang menghubungkan hambatan temporal dan geografis dengan response time pada kegawatdaruratan air di daerah lahan basah belum ada. Tujuan: Mengetahui hubungan hambatantemporal dan geografis dengan response time pada kegawatdaruratan air di daerah lahan basah. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan metode cross-sectional yang dilakukan pada masyarakat di Kelurahan Sabaru, Kota Palangka Raya. Sampel sebanyak 40 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 32 dengan uji korelasi Spearman’s rho.Hasil: Sebagian besar responden mengalami hambatan temporal kategori tinggi (63%), hambatan geografis kategori tinggi (60%), dan response time kategori lambat (57,5%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara hambatan temporal dan response time (p = 0,780; r = 0,046). Nilai r positif menunjukkan hubungan searah, yaitu semakin tinggi hambatan temporal, response time cenderung meningkat, meskipun sangat lemah. Hambatan geografis juga tidak berhubungan signifikan dengan response time (p = 0,802; r = -0,041). Nilai r negatif menunjukkan hubungan berlawanan, yaitu semakin tinggi hambatan geografis, response time cenderung menurun, dengan hubungan sangat lemah. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hambatan temporal dan geografis dengan response time pada kegawatdaruratan air di daerah lahan basah.
Efektifitas Edukasi Video Terhadap Keterampilan Pertolongan Pertama Jatuh Lanjut Usia Pada Kelompok: Pre Eksperimental Winda Agustina Wulandari; Meilitha Carolina; Efri Dulie
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1551

Abstract

Latar Belakang: Kejadian jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lansia dan dapat menyebabkan cedera, kecacatan, penurunan kualitas hidup, hingga kematian. Rendahnya keterampilan lansia dalam memberikan pertolongan pertama menunjukkan perlunya edukasi yang efektif. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan dapat meningkatkan kemampuan penanganan jatuh pada lansia, namun penggunaan video untuk meningkatkan keterampilan pertolongan pertama masih terbatas. Video penting digunakan karena memadukan gambar, suara, dan demonstrasi sehingga memudahkan lansia memahami dan mengingat langkah pertolongan pertama secara tepat. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi berbasis video terhadap keterampilan pertolongan pertama lansia jatuh pada Kelompok Lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 63 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner keterampilan pertolongan pertama lansia jatuh. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum diberikan edukasi berbasis video, responden memiliki keterampilan dengan kategori kurang sebanyak 57 responden (90,5%). Setelah diberikan edukasi, responden memiliki keterampilan kategori baik sebanyak 44 responden (69,8%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Testmenunjukkan p<0,05), hal ini menunjukan peningkatan keterampilan yang signifikan setelah pemberian edukasi berbasis video. Kesimpulan: Edukasi berbasis video efektif meningkatkan keterampilan pertolongan pertama pada lansia yang mengalami jatuh sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi kesehatan untuk meningkatkan kemampuan lansia melakukan penanganan awal kejadian jatuh pada lingkungan komunitas.