Wika Yuniarwati
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Dan Postur Terhadap Keluhan Nyeri Leher Pada Anak SMA Di MAN 1 Sleman Merche Claudhya; Nindha Prabaningrum; Wika Yuniarwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1523

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget pada remaja semakinmeningkat seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran digital.Penggunaan gadget dalam durasi yang lama serta postur tubuh yang kurang ergonomisdapat menyebabkan ketegangan otot leher dan berpotensi menimbulkan keluhan nyerileher. Hasil penelitian mengenai hubungan durasi penggunaan gadget dan posturterhadap keluhan nyeri leher masih menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Tujuanpenelitian: Mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dan postur terhadapkeluhan nyeri leher pada siswa MAN 1 Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakandesain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitianberjumlah 86 siswa MAN 1 Sleman yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Variabel penelitian meliputi durasi penggunaan gadget postur penggunaangadget, dan keluhan nyeri leher. Pengukuran postur dilakukan menggunakan aplikasiFisio Master dengan analisis Rapid Upper Limb Assessment (RULA), sedangkankeluhan nyeri leher diukur menggunakan Neck Disability Index (NDI). Analisis datamenggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkanbahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadgetdengan keluhan nyeri leher pada siswa MAN 1 Sleman dengan nilai p>0,05. Selainitu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara postur penggunaan gadget dengankeluhan nyeri leher dengan nilai p>0,05. Hal ini menunjukkan bahwa durasipenggunaan gadget dan postur penggunaan gadget tidak berhubungan secarasignifikan terhadap keluhan nyeri leher pada responden penelitian. Kesimpulan:.Tidak terdapat hubungan antara durasi penggunaan gadget dan postur penggunaangadget terhadap keluhan nyeri leher pada siswa MAN 1 Sleman. Keluhan nyeri leherpada siswa kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian,seperti aktivitas fisik, kebiasaan olahraga, kualitas istirahat, dan faktor ergonomilainnya. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor-faktor lainyang memengaruhi keluhan nyeri leher pada remaja serta menggunakan jumlah sampelyang lebih besar agar hasil penelitian lebih optimal.