Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Nomophobia pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Malang serta Implikasinya terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling Novanda Nur Aidha Ramadiani
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 4 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i4.7144

Abstract

Nomophobia, or the fear and discomfort associated with being unable to use or access a smartphone, has become relevant to students as smartphones are increasingly integrated into communication, information access, and daily activities. This study aimed to describe nomophobia among twelfth-grade students at a vocational high school in Malang City based on overall level, age, gender, and its four dimensions.. This study employed a quantitative approach with a descriptive survey method. The population consisted of 196 twelfth-grade students, with 132 students selected as the research sample based on predetermined criteria. Data were collected using the Nomophobia Questionnaire (NMP-Q), which measures four dimensions: not being able to communicate, losing connectedness, not being able to access information, and giving up convenience. Data were analyzed using descriptive statistics based on logit scores, frequencies, percentages, and Mean Item Scores. The findings showed that 60 students (45.45%) were categorized as having moderate nomophobia, 47 students (35.61%) as high, and 25 students (18.94%) as low. Female students had a higher mean logit score (0.60) than male students (-0.16), while no linear pattern of nomophobia was found across age groups. Among the four dimensions, not being able to communicate had the highest Mean Item Score (3.33), followed by not being able to access information (3.31), giving up convenience (3.28), and losing connectedness (2.80). These findings indicate that nomophobia is a relevant condition among students and may serve as empirical information for needs assessment and the development of student-centered guidance and counseling services.
Efektivitas Bimbingan Kelompok dengan Teknik Problem Solving untuk Mencegah Nomophobia pada Siswa SMK di Kota Malang Novanda Nur Aidha Ramadiani; Riskiyana Prihatiningsih
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Islamic Educational Review
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/s4yzyr30

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik problem solving dalam mencegah nomophobia pada siswa SMK di Kota Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih secara purposive dengan tingkat nomophobia sedang. Instrumen yang digunakan berupa skala nomophobia berdasarkan empat aspek, yaitu ketidakmampuan berkomunikasi, kehilangan keterhubungan, ketidakmampuan mengakses informasi, dan kehilangan kenyamanan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor dari 58,50 menjadi 43,63 dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Penurunan terbesar terjadi pada aspek ketidakmampuan mengakses informasi, sedangkan yang terkecil pada kehilangan keterhubungan. Hasil ini menunjukkan adanya penurunan tingkat nomophobia setelah siswa mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving, dengan implikasi sebagai alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa mengelola penggunaan smartphone secara bijak, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mendukung kemandirian peserta didik di era digital.