Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik problem solving dalam mencegah nomophobia pada siswa SMK di Kota Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih secara purposive dengan tingkat nomophobia sedang. Instrumen yang digunakan berupa skala nomophobia berdasarkan empat aspek, yaitu ketidakmampuan berkomunikasi, kehilangan keterhubungan, ketidakmampuan mengakses informasi, dan kehilangan kenyamanan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor dari 58,50 menjadi 43,63 dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. Penurunan terbesar terjadi pada aspek ketidakmampuan mengakses informasi, sedangkan yang terkecil pada kehilangan keterhubungan. Hasil ini menunjukkan adanya penurunan tingkat nomophobia setelah siswa mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving, dengan implikasi sebagai alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa mengelola penggunaan smartphone secara bijak, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mendukung kemandirian peserta didik di era digital.
Copyrights © 2026