Kebutuhan akan fasilitas kebugaran dan kesehatan semakin meningkat di masyarakat modern. Dengan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, keberadaan fitness center menjadi suatu kebutuhan. Dalam perencanaan struktural, pemilihan konstruksi baja sebagai materi utama memiliki pertimbangan efisiensi dan kekuatan. Dengan lantai setinggi 4 meter, memastikan kestabilan dan keamanan struktur menjadi fokus utama Dalam perencanaan gedung fitness center ini, struktur bangunan didesain dengan cermat untuk memastikan keamanan dan kekokohannya. Bangunan ini menggunakan konstruksi baja pada setiap lantainya, dengan tinggi setiap lantai mencapai 4 meter. Kolom yang digunakan memiliki dimensi H-Beam 600.600.18.38, sedangkan balok menggunakan IWF 600.300.10.16. Sambungan antar elemen struktur menggunakan jenis baut A-325 dengan diameter Ø16. Pada lantai 1 sampai lantai 4, plat lantai memiliki ketebalan 12 cm, sedangkan plat atap memiliki ketebalan 10 cm. Pondasi yang digunakan adalah pondasi tiang pancang dengan kedalaman 12 meter, diameter tiang pancang 40 cm, jarak antar tiang pancang 80 cm, dan jarak tiang pancang ke tepi beton 40 cm. Dimensi pile-cap yang digunakan adalah 140 x 140 cm. Dalam perencanaan desain, pembebanan yang diterapkan melibatkan beban mati dan beban hidup, mengacu pada standar SNI – 1729 – 2020 Baja Struktural, SNI – 1727 – 2020 Pembebanan, serta SNI – 1726 – 2019 Gempa. Setelah dilakukan pemodelan desain gedung, nilai Pn dan Pu pada struktur kolom dan balok memenuhi syarat keamanan, dengan Pn > Pu. Nilai Pn pada pondasi tiang pancang juga memenuhi syarat keamanan dengan Pn > Pu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perencanaan dan desain bangunan fitness center ini sesuai dengan standar perencanaan struktural yang berlaku