Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan dan Evaluasi Kinerja High Temperature Heat Pump Berkapasitas 2.100 kW Sebagai Pengganti Boiler Gas Moch Gaduh Pribadi; Windy Hermawan Mitrakusuma; Luga Martin Simbolon
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7168

Abstract

Kebutuhan air panas industri masih didominasi boiler berbahan bakar fosil yang berkonsumsi energi tinggi dan berkontribusi terhadap emisi karbon. High Temperature Heat Pump (HTHP) berkembang sebagai alternatif yang memanfaatkan panas buang sebagai sumber energi untuk menghasilkan air panas dengan efisiensi lebih tinggi. Penelitian ini merancang dan mengevaluasi sistem HTHP berkapasitas 2.100 kW sebagai pengganti boiler gas berdasarkan Engineering Selection Report (ESR) menggunakan perangkat lunak COMP2, melalui pendekatan engineering design: identifikasi Customer Requirement, Engineering Selection, Engineering Verification, serta analisis energi, lingkungan, dan ekonomi. Customer Requirement meliputi kapasitas pemanasan 2.100 kW, temperatur air keluar 75°C dari 56°C, sumber panas cooling tower (36/26°C), dan target Coefficient of Performance (COP Heating) minimum 4,5. Hasil ESR menunjukkan sistem dua tingkat dengan Heating Capacity 2.100 kW, Compressor Power 434 kW, dan COP Heating 4,84. Engineering Verification melalui perhitungan independen titik-titik keadaan termodinamika menghasilkan deviasi 0,47-2,60% terhadap nilai ESR, membuktikan hasil ESR taat asas terhadap hukum kekekalan energi. Penerapan HTHP berpotensi menurunkan konsumsi energi 81,4%, emisi CO2 36,8%, dan biaya operasi 76,1% dibandingkan boiler gas, dengan Simple Payback Period sekitar 10 bulan. Hasil ini menunjukkan bahwa ESR yang divalidasi melalui Engineering Verification dapat digunakan sebagai dasar andal untuk merancang dan mengevaluasi sistem HTHP industri.
Analisis Kinerja Water Chiller System Pada Inert Gas Generator Akibat Retrofit Kompresor Di Kapal LNG Martua Jambak; Andriyanto Setyawan; Luga Martin Simbolon; Utami Nuri Adilah
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 17 No. 1 (2026): Prosiding 17th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v17i1.7174

Abstract

Sistem Inert Gas Generator (IGG) pada kapal Liquefied Natural Gas (LNG) berfungsi menghasilkan gas lembam berkandungan oksigen rendah dan Dew Point sesuai spesifikasi untuk mencegah kebakaran dan ledakan pada tangki muatan. Kinerja IGG sangat dipengaruhi oleh Water Chiller System yang mendinginkan gas hasil pembakaran sebelum memasuki dehumidifier. Data historis operasi menunjukkan Water Chiller System mengalami penurunan performa berupa high pressure alarm berulang, penurunan kapasitas pendinginan, serta kompresor Hartford tipe 1218NHF6W4K yang telah berstatus obsolete. Penelitian ini menganalisis pengaruh retrofit kompresor terhadap kinerja Water Chiller System dan kualitas gas lembam pada IGG kapal LNG berkapasitas 163.392 GT. Retrofit dilakukan dengan mengganti kompresor Hartford screw full-hermetic (436 kW) dengan Bitzer CSH9563-210Y-40D screw semi-hermetic (399 kW), serta mengganti refrigeran R404A menjadi R407C. Analisis dilakukan terhadap data operasi sebelum dan sesudah retrofit menggunakan diagram tekanan-entalpi (P-h). Hasil penelitian menunjukkan kapasitas pendinginan meningkat dari 112 kW menjadi 414 kW dan COP meningkat dari 1,27 menjadi 2,9. Temperatur gas keluaran Gas Cooler menurun dari 0,5°C menjadi −4,5°C, Dew Point turun dari −66°C menjadi −69,6°C, dan kandungan oksigen turun dari 0,89% menjadi 0,68%. Retrofit kompresor terbukti meningkatkan keandalan operasional Water Chiller System pada sistem IGG kapal LNG.