Mario Aditya Prasetyo
Pascasarjana Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dari Zikir Tubuh Menuju Adab Sosial: Akulturasi Spiritualitas Sufi dalam Tari Zapin Melayu Gunawan Wiradharma; Mario Aditya Prasetyo; Melisa Arisanty; Khaerul Anam
Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jhesm.v4i3.772

Abstract

Tari Zapin merupakan bentuk seni pertunjukan Melayu yang memperlihatkan kuatnya hubung antara masyarakat Melayu dengan tradisi Arab-Islam. Hubungan tersebut terlihat pada cara Gerak tubuh, repetisi, kostum, dan ruang pertunjukan dimaknai sebagai bagian dari sistem spiritual dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses akulturasi spiritualitas Sufi dalam tari Zapin Melayu serta menjelaskan bagaimana unsur-unsur mistik dan transendental yang menekankan adab, kesopanan, keteraturan, dan harmoni kolektif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif melalui studi pustaka dan wawancara dengan seniman, budayawan, serta akademisi yang memiliki pengetahuan mengenai tari Melayu dan tari Sufi. Data diolah melalui analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara tari Sufi dan Zapin tidak terletak pada kesamaan bentuk gerak secara langsung, tetapi pada penggunaan tubuh, ritme, repetisi, musik, dan kostum sebagai media pembentukan pengalaman dan makna. Dalam tari Sufi, repetisi gerak berfungsi sebagai teknologi spiritual menuju ekstase, pelepasan ego, dan kedekatan dengan Tuhan. Dalam Zapin, prinsip tersebut mengalami seleksi, lokalisasi, dan reinterpretasi menjadi mekanisme disiplin tubuh, keteraturan sosial, kesopanan, dan identitas Melayu-Islam. Proses ini disebut sebagai epistemic translation, yaitu penerjemahan pengalaman metafisik Sufi ke dalam kode sosial-estetis Melayu. Dengan demikian, tari Zapin merupakan hasil akulturasi yang mentransformasikan zikir tubuh menjadi adab sosial tanpa sepenuhnya menghilangkan pondasi spiritual Islam.