Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KUALITAS TIDUR, IMT, DAN PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI Bun Yurizali; Nurmaines Adhyka; Fidiariani Sjaaf; Rinna Putriana
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.7514

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kualitas tidur dan indeks massa tubuh (IMT). Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas tidur dan IMT dengan pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi di Puskesmas Air Dingin Kota Padang. Metode: Penelitian analitik dengan desain cross-sectional menggunakan teknik consecutive sampling. Sebanyak 42 lansia yang memenuhi kriteria inklusi menjadi responden. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan IMT dihitung berdasarkan pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil: Sebagian besar responden mengalami hipertensi tidak terkendali (81,0%), berusia 60–74 tahun (92,2%), berjenis kelamin perempuan (57,1%), memiliki kualitas tidur buruk (83,3%), dan IMT normal (57,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan pengendalian tekanan darah (p=0,005) serta antara IMT dengan pengendalian tekanan darah (p=0,025). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk dan IMT berkontribusi terhadap sulitnya pengendalian tekanan darah pada lansia, sehingga kedua faktor tersebut perlu diperhatikan dalam pengelolaan hipertensi. Diskusi: Kualitas tidur dan IMT berhubungan secara signifikan dengan pengendalian tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.
EDUKASI SARKOPENIA: JAGA OTOT TETAP KUAT MENUJU USIA SENJA Bun Yurizali; Nurmaines Adhyka
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 3 (2026): Nusantara Hasana Journal, August 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i3.2347

Abstract

Sarcopenia is an age-related muscle disease characterized by declining muscle strength, muscle quantity or quality, and physical performance. Early health education is important because muscle decline develops progressively and can affect mobility, independence, and risk of falls. This community service activity aimed to provide education about sarcopenia, its risk factors and signs, simple screening concepts, and strategies for maintaining muscle health through physical activity and adequate nutrition. The activity was conducted for 28 members of ISBANDA (Ikatan Istri Bank Daerah) Bank Nagari Padang through an interactive health education session using presentation media and discussion. The material covered the concept and consequences of sarcopenia, SARC-F and walking-speed screening, resistance and aerobic exercise, protein intake, and vitamin D. Because the activity did not use pre-test and post-test measurements, the results are presented descriptively based on participation and implementation of the educational session. The activity provided participants with practical information for maintaining muscle strength as part of healthy ageing.