Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Sereh Sebagai Bahan Alami Spray Anti Nyamuk: Upaya Pemberdayaan Masyarakat RT 04 Kelurahan Tampan Reza Putra Pratama; Nashuha Ramadhania; Putri Dwi Aldasra; Alya Nafisah Zahira; Raffi Septiawan; Aditya Pratama; Regina Dwi Lestasri; Muhammad Raihan; Lisa Maharani; Muhammad Sofwan Ghalib; Esti Raihana
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.210

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu vektor penular berbagai penyakit, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria, sehingga pencegahan terhadap gigitan nyamuk menjadi hal penting dalam menjaga kesehatan lingkungan masyarakat. Di lingkungan RT 04 Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, khususnya sereh, sebagai bahan alami untuk mengurangi gangguan nyamuk masih terbatas, sehingga diperlukan edukasi mengenai pemanfaatan bahan alami yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan rumah tangga. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan keterampilan kepada ibu-ibu RT 04 melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar sereh sebagai alternatif alami. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi langsung, serta sesi tanya jawab mengenai proses pembuatan spray, mulai dari pencucian dan pemotongan sereh, perebusan, penyaringan, hingga pencampuran dengan alkohol dan aquadest sebelum dikemas ke dalam botol spray. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias serta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah, meskipun produk yang dihasilkan memiliki daya simpan terbatas, yaitu sekitar tiga hingga lima hari pada suhu ruang. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi tema besar KKN Kelompok 4, yaitu “Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi dan Kepedulian Lingkungan”.
Pemanfaatan Sereh Sebagai Bahan Alami Spray Anti Nyamuk: Upaya Pemberdayaan Masyarakat RT 04 Kelurahan Tampan Reza Putra Pratama; Nashuha Ramadhania; Putri Dwi Aldasra; Alya Nafisah Zahira; Raffi Septiawan; Aditya Pratama; Regina Dwi Lestasri; Muhammad Raihan; Lisa Maharani; Muhammad Sofwan Ghalib; Esti Raihana
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.210

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu vektor penular berbagai penyakit, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria, sehingga pencegahan terhadap gigitan nyamuk menjadi hal penting dalam menjaga kesehatan lingkungan masyarakat. Di lingkungan RT 04 Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, khususnya sereh, sebagai bahan alami untuk mengurangi gangguan nyamuk masih terbatas, sehingga diperlukan edukasi mengenai pemanfaatan bahan alami yang sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan rumah tangga. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan keterampilan kepada ibu-ibu RT 04 melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar sereh sebagai alternatif alami. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi langsung, serta sesi tanya jawab mengenai proses pembuatan spray, mulai dari pencucian dan pemotongan sereh, perebusan, penyaringan, hingga pencampuran dengan alkohol dan aquadest sebelum dikemas ke dalam botol spray. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias serta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah, meskipun produk yang dihasilkan memiliki daya simpan terbatas, yaitu sekitar tiga hingga lima hari pada suhu ruang. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi tema besar KKN Kelompok 4, yaitu “Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi dan Kepedulian Lingkungan”.