Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Qalb sebagai Instrumen Pemahaman dalam QS. Al Hajj 22 46 Perspektif Ath Thabari Asyifah Ramadani; Ahmad Amir Aziz; Mira Mareta
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.599

Abstract

Penelitian ini membahas qalb sebagai instrumen pemahaman dalam QS. al-Ḥajj [22]: 46 berdasarkan perspektif Ath-Ṭhabarī. Kajian ini dilatarbelakangi oleh penjelasan Al-Qur’an mengenai qulūbun ya‘qilūna bihā, yang menunjukkan adanya fungsi qalb dalam proses memahami berbagai tanda dan peristiwa yang disaksikan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Ath-Ṭhabarī menafsirkan qalb dalam QS. al-Ḥajj [22]: 46, khususnya makna qulūbun ya‘qilūna bihā, serta menjelaskan fungsi qalb sebagai instrumen pemahaman. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis tafsir dan teknik analisis isi kualitatif. Sumber primer penelitian adalah Al-Qur’an dan Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān karya Ath-Ṭhabarī, sedangkan sumber sekunder digunakan sebagai pendukung pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ath-Ṭhabarī memahami qalb sebagai hati yang dengannya manusia memahami hujah dan kekuasaan Allah. Pemahaman tersebut berlangsung melalui proses pengamatan terhadap realitas, tafakkur, i‘tibār, dan ta‘aqqul. Dengan demikian, qalb tidak hanya berfungsi sebagai penerima pengalaman, tetapi juga berperan dalam mengolah tanda-tanda yang dilihat dan didengar menjadi pemahaman terhadap kebenaran. Sebaliknya, kebutaan qalb menunjukkan ketidakmampuan manusia mengenali kebenaran meskipun bukti telah tersedia. Berdasarkan temuan tersebut, qalb dalam QS. al-Ḥajj [22]: 46 dapat dipahami sebagai instrumen pemahaman yang menghubungkan pengalaman inderawi, refleksi, pengetahuan, dan kesadaran terhadap kebenaran Allah.