Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta hambatan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus di SMP Negeri 4 Bengalon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif kualitatif. Partisipan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru Bimbingan Konseling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran diawali dengan asesmen dan identifikasi kebutuhan peserta didik sebagai dasar dalam penyesuaian tujuan pembelajaran, materi ajar, strategi pembelajaran, media pembelajaran, dan metode asesmen. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam kelas inklusif melalui penggunaan berbagai metode pembelajaran, media visual, modifikasi tugas, serta pemberian dukungan individual yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Evaluasi pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik serta memperhatikan aspek capaian akademik, perkembangan sosial, kemampuan komunikasi, partisipasi, dan kemandirian. Penelitian ini juga menemukan bahwa pelaksanaan pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus masih menghadapi beberapa hambatan, yaitu belum tersedianya Guru Pendamping Khusus (GPK), keterbatasan kompetensi guru dalam pendidikan inklusif, keterbatasan media pembelajaran adaptif, serta keterbatasan waktu dalam memberikan layanan pembelajaran dan evaluasi secara individual. Meskipun demikian, praktik pembelajaran telah menunjukkan upaya penerapan prinsip-prinsip pendidikan inklusif melalui penyediaan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan layanan pendidikan inklusif melalui penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI), peningkatan kompetensi guru, penyediaan media pembelajaran adaptif, serta penguatan sistem pendampingan dan evaluasi pembelajaran.