Stres kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, serta produktivitas pekerja. Pekerja pusat perbelanjaan memiliki tuntutan pekerjaan yang beragam, seperti beban tugas, target pekerjaan, serta interaksi dengan pelanggan yang berpotensi menimbulkan stres kerja. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan tingkat stres pada pekerja adalah beban kerja. Beban kerja yang melebihi kapasitas individu dapat menyebabkan tekanan kerja dan meningkatkan risiko terjadinya stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres pada pekerja pusat perbelanjaan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pekerja pusat perbelanjaan dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah beban kerja, sedangkan variabel dependen adalah tingkat stres. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi masing-masing variabel dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres responden sebagian besar berada pada kategori stres rendah sebanyak 25 responden (83,3%) dan stres sedang sebanyak 5 responden (16,7%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,03 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara beban kerja dengan tingkat stres pada pekerja pusat perbelanjaan. Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan tingkat stres pada pekerja pusat perbelanjaan. Peningkatan beban kerja cenderung diikuti dengan peningkatan tingkat stres pada pekerja.