Deva Arianti Herawati
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENDEKATKAN AKSES LAYANAN KESEHATAN INKLUSIF BAGI PENYANDANG DISABILITAS : ANALISIS IMPLEMENTASI POSDIFA DI KECAMATAN LIMO, DEPOK Lailatul Husna; Dumilah Ayuningtyas; Toni Hermawan; Deva Arianti Herawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.60191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program POSDIFA di UPTD Puskesmas Limo tahun 2025 menggunakan kerangka Donabedian yang meliputi komponen input, proses, dan output. Penelitian kualitatif dengan desain deskriptif ini dilaksanakan pada bulan Mei–Juli 2025 di dua lokasi, yaitu POSDIFA Rumah Anak Mandiri Karim (Kelurahan Grogol) dan POSDIFA Yayasan Mutiara Az-Zahra (Kelurahan Krukut). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 14 informan yang dipilih secara purposive sampling serta observasi non-partisipatif, sedangkan data sekunder diperoleh melalui telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara input, kuantitas SDM mencukupi namun belum ditunjang pelatihan khusus disabilitas, anggaran khusus, maupun media KIE adaptif. Secara proses, layanan 5 langkah berjalan rutin setiap bulan dengan peran krusial pendamping SLB/yayasan sebagai jembatan psikologis, meski rotasi petugas dan pencatatan manual masih menjadi hambatan operasional. Secara output, deteksi dini dan rujukan PTM berhasil dilakukan secara konsisten, namun sistem pelaporan SIPTM yang tidak memiliki variabel ragam disabilitas menyebabkan capaian program tidak terukur secara sistemik, dan cakupan masih terbatas pada difabel di lingkungan SLB/yayasan mitra akibat stigma sosial dan keterbatasan data berbasis kelurahan. Disimpulkan bahwa POSDIFA terbukti efektif sebagai model layanan kesehatan inklusif yang mendekatkan akses bagi penyandang disabilitas, namun keberlanjutannya memerlukan penguatan kapasitas SDM, integrasi sistem pelaporan dengan variabel disabilitas, alokasi anggaran khusus, serta sinergi lintas sektor untuk memperluas jangkauan program.