Putri Nasita Nur Arifah
Universitas Duta Bangsa Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Sediaan Salep Ekstrak Etanol DaunTempuyung (Sonchus Arvensis L.) sebagai Penyembuhan Luka Sayat pada Kelinci Jantan New Zealand Putri Nasita Nur Arifah; Siwi Hastuti; Septian Maulid Wicahyo
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.301

Abstract

Latar Belakang: Luka sayat merupakan kerusakan jaringan akibat benda tajam yang memerlukan penanganan untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah infeksi. Daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, dan polifenol memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, serta berpotensi merangsang pembentukan kolagen, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sediaan salep penyembuh luka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui mutu fisik salep ekstrak etanol daun tempuyung, mengetahui efektvitasnya terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci jantan New Zealand, serta menentukan formula dengan efektivitas penyembuhan terbaik. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan enam kelompok perlakuan, yaitu kontrol positif, kontrol negatif, ekstrak etanol daun tempuyung, serta salep ekstrak etanol daun tempuyung dengan konsentrasi 8% (F1), 16% (F2), dan 24% (F3). Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasikan menjadi sediaan salep menggunakan basis vaselin album dan adeps lanae. Sediaan dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat. Efektivitas penyembuhan luka dimatai selama 14 hari dan dianalisis menggunakan nilai Area under Curve (AUC) serta presentase daya penyembuhan luka (%DPL). Hasil: Seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik. Formula F3 memberikan efektivitas penyembuhan luka terbaik di antara formula uji dengan rerata nilai AUC sebesar (9,97 ± 0,38) dan rerata %DPL sebesar (27,71 ± 2,79%), sedangkan kontrol positif menunjukkan efektivitas tertinggi dengan rerata nilai AUC sebesar  (8,78 ± 0,42) dan rerata %DPL sebesar (36,32 ± 3,07%). Kesimpulan: Salep ekstrak etanol daun tempuyung F3 24% menunjukkan hasil mutu fisik yang paling baik dan aktivitas penyembuhan luka sayat paling optimal.