This Author published in this journals
All Journal CENDEKIA PENDIDIKAN
Nor Awalinda
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA, KERJA SAMA, DAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN MODEL SENJA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Nor Awalinda; Dessy Dwitalia Sari
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8790

Abstract

Kegiatan pembelajaran yang monoton menjadi sebab rendahnya aktivitas belajar, keterampilan berbicara, kerja sama, dan berpikir kritis siswa sehingga mereka tidak menyerap pembelajaran dengan maksimal. Penelitian ini hadir untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa, serta menganalisis keterampilan berbicara, kerja sama, dan berpikir kritis siswa dengan pengaplikasian model pembelajaran SENJA dan media Wordwall. Penelitian ini menyelenggarakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak empat pertemuan pada siswa kelas V SDN Sungai Miai 4 Banjarmasin yang berjumlah 18 orang (8 orang laki-laki dan 10 orang perempuan) saat semester II tahun pelajaran 2026/2027. Data dikumpulkan melalui pengamatan, angket, dan tes kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan analisis kecenderungan cross. Hasil menunjukkan aktivitas guru meningkat “sangat baik” di akhir pertemuan, aktivitas siswa meningkat dari 50% menjadi 100%, keterampilan berbicara siswa meningkat dari 44% menjadi 100%, keterampilan kerja sama siswa meningkat dari 45% menjadi 100%, keterampilan berpikir kritis siswa meningkat dari 46% menjadi 100%, serta hasil belajar siswanmeningkat dari 11% menjadi 100%. Meningkatnya seluruh aspek tersebut membuktikan penelitian ini dapat berkontribusi sebagai pengembangan ilmu pengetahuan mengenai model pembelajaran inovatif dan berteknologi bagi penelitian selanjutnya, serta secara praktis dapat menjadi pilihan model ajar bagi guru di sekolah dasar.