Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap kemampuan penalaran matematis dan kemampuan analisis matematis peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Rebang Tangkas, baik secara parsial maupun simultan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment. Populasi penelitian terdiri atas seluruh peserta didik kelas VIII sebanyak 55 peserta didik. Sampel ditentukan menggunakan cluster random sampling, yaitu kelas VIII B sebanyak 28 peserta didik sebagai kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran CPS dan kelas VIII C sebanyak 27 peserta didik sebagai kelas kontrol. Penelitian dilaksanakan pada materi Teorema Pythagoras. Instrumen penelitian berupa soal uraian kemampuan penalaran matematis dan kemampuan analisis matematis yang telah melalui validasi ahli dan pengujian empiris. Data dianalisis menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) setelah memenuhi uji prasyarat analisis. Hasil: Rerata kemampuan penalaran matematis kelas eksperimen mencapai 89,50, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 74,81. Rerata kemampuan analisis matematis kelas eksperimen sebesar 85,39, sedangkan kelas kontrol sebesar 75,19. Uji parsial menunjukkan bahwa CPS berpengaruh signifikan terhadap kemampuan penalaran matematis (F = 111,023; p < 0,001; partial eta squared = 0,677) dan kemampuan analisis matematis (F = 15,071; p < 0,001; partial eta squared = 0,221). Secara simultan, CPS juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kedua kemampuan tersebut (F = 59,686; p < 0,001; partial eta squared = 0,697). Simpulan: Model CPS memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan penalaran dan analisis matematis serta mendukung pengembangan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi peserta didik.