Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Sistem Clustering K-Means untuk Analisis Segmentasi Kepuasan Mahasiswa terhadap Fasilitas Kampus Ahnaf Qonitah; Guritno Wulandoro Suryosaputro; Zainal Arifin; Rafif Akbar Setiawan; Besarajanu Aryanto; Natasha Salsha Bila
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis (SENATIB) 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan mahasiswa terhadap fasilitas kampus merupakan salah satu indikator penting dalam evaluasi mutu layanan perguruan tinggi. Penelitian ini membangun model sistem clustering berbasis algoritma K-Means untuk mengelompokkan mahasiswa ke dalam beberapa segmen kepuasan tanpa memerlukan label kelas sebelumnya (unsupervised learning). Data penelitian berasal dari survei terhadap 543 mahasiswa dengan 13 indikator kepuasan berskala 1–5 yang mencakup ruang belajar, WiFi, kantin, olahraga, lingkungan, toilet, perpustakaan, dan parkir. Seluruh fitur distandardisasi menggunakan StandardScaler sebelum pelatihan model agar perbedaan skala antarfitur tidak mendominasi perhitungan jarak Euclidean. Jumlah klaster optimal ditentukan melalui kombinasi Elbow Method dan Silhouette Score pada rentang k = 2 sampai 7, dan dipilih k = 3 sebagai kompromi antara kualitas pemisahan dan interpretabilitas hasil. Model final dilatih dengan 50 kali inisialisasi terpisah (n_init = 50) dan menghasilkan Silhouette Score sebesar 0,203. Ketiga klaster diberi nama otomatis berdasarkan peringkat rata-rata skor keseluruhan, yaitu klaster Kritis (n = 80, rata-rata 2,07), Moderat (n = 236, rata-rata 2,94), dan Puas (n = 227, rata-rata 3,89). Hasil cross-tabulation dengan variabel kepuasan keseluruhan menunjukkan keselarasan yang baik antara hasil klaster dan persepsi kepuasan responden, sedangkan visualisasi Principal Component Analysis (PCA) mampu menjelaskan 59,1% variansi data dalam dua dimensi. Model ini dapat dimanfaatkan pihak kampus untuk memprioritaskan perbaikan fasilitas pada segmen yang paling kritis.
ANALISIS KOMPARASI KECEPATAN AKSES WEBSITE E-COMMERCE ANTARA ARSITEKTUR WEB HOSTING KONVENSIONAL DAN CLOUD SERVERLESS TERDISTRIBUSI Guritno Wulandoro Suryosaputro; Aris Wahyu Prasetyo; Muhammad Faruq Ghullam Al Khoiri; Muhammad lutfi Samsul Al fajar; Agustina Srirahayu
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Bisnis (SENATIB) 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan platform e-commerce yang pesat menuntut infrastruktur hosting yang mampu memberikan performa tinggi, respons cepat, dan ketersediaan layanan yang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kecepatan akses website e-commerce antara dua arsitektur infrastruktur hosting, yaitu platform terkelola yang berjalan secara always-on (direpresentasikan oleh Railway) dan cloud serverless terdistribusi dengan edge network global (direpresentasikan oleh Vercel). Pengujian dilakukan menggunakan alat ukur performa web GTmetrix dan Google PageSpeed Insights, dengan parameter yang diukur mencakup Time to First Byte (TTFB), First Contentful Paint (FCP), dan Largest Contentful Paint (LCP) pada kondisi jaringan desktop dan mobile. Hasil analisis menunjukkan bahwa arsitektur serverless unggul pada metrik TTFB dalam simulasi desktop, namun pada simulasi mobile dengan throttling jaringan Slow 4G, platform always-on justru mencatat skor performa dan LCP yang lebih baik, sehingga tidak satu arsitektur pun yang secara mutlak unggul di seluruh skenario pengujian. Pola perbedaan performa yang teramati konsisten dengan penjelasan pada literatur mengenai karakteristik cold start pada arsitektur serverless, meskipun pengukuran cold start secara eksplisit belum dilakukan dalam penelitian ini sehingga keterkaitan tersebut masih bersifat interpretatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan arsitektur hosting sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik trafik, kebutuhan skalabilitas, dan anggaran operasional masing-masing platform e-commerce.