Stroke merupakan gangguan neurologis yang menyebabkan defisit saraf dan menurunkan kemandirian pasien dalam melakukan perawatan diri (self-care). Data menunjukkan jumlah pasien stroke di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Bukittinggi meningkat dari 532 pasien pada tahun 2023 menjadi 656 pasien pada tahun 2024, dengan 239 pasien pada Januari–Maret 2025. Kondisi ini menunjukkan masih banyak pasien yang mengalami keterbatasan self-care dan membutuhkan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan perawatan diri pada pasien stroke di Poli Syaraf RSI Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah 239 pasien stroke, sampel 71 responden ditentukan dengan accidental sampling menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga (α = 0,873) dan self-care (α = 0,897). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki dukungan keluarga sedang (56,3%) dan kemampuan self-care sedang (54,9%). Terdapat hubungan positif signifikan antara dukungan keluarga dengan self-care pasien stroke (p = 0,000; r = 0,502) dengan kekuatan sedang. Kesimpulan: dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan kemampuan self-care pasien stroke. Saran: keluarga diharapkan lebih aktif memberi dukungan fisik, emosional, dan edukatif, sedangkan tenaga kesehatan perlu melibatkan keluarga dalam program rehabilitasi.