Reval Yubastian
Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Op Appendiktomy Ny. A dengan Masalah Keperawatan Nyeri dalam Peneraoan Relaksasi Nafas dalam di Ruangan Ar-Raudah RSI Ibnu Sina Bukittinggi Reval Yubastian; Junaidy S. Rustam
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks yang sering membutuhkan tindakan pembedahan berupa apendiktomi. Salah satu masalah yang sering muncul setelah tindakan pembedahan adalah nyeri akut akibat adanya insisi dan kerusakan jaringan. Nyeri yang tidak terkontrol dapat mengganggu kenyamanan, istirahat, serta aktivitas pasien. Salah satu tindakan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan intensitas nyeri adalah teknik relaksasi nafas dalam. Tujuan: Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien post operasi appendiktomi dengan masalah keperawatan nyeri melalui penerapan teknik relaksasi nafas dalam di Ruangan Ar-Raudah RSI Ibnu Sina Bukittinggi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Ny. A, 33 tahun, post operasi appendiktomi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan manajemen nyeri dengan teknik relaksasi nafas dalam, skala nyeri menurun menjadi 3/10. Masalah nyeri teratasi sebagian dan intervensi dilanjutkan. Kesimpulan: Penerapan teknik relaksasi nafas dalam sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam manajemen nyeri dapat membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi appendiktomi. Pada kasus Ny. A terjadi penurunan skala nyeri dari 4/10 menjadi 3/10 setelah diberikan intervensi. Namun, masalah nyeri masih teratasi sebagian sehingga intervensi perlu dilanjutkan sesuai kondisi pasien.