Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Asma Bronkial Pada Ny. W dengan Resiko Pola Napas Tidak Efektif dalam Penerapan Teknik (Buteyko) di Wilayah Kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi Tahun 2026 Raihan Amanda; Junaidy S. Rustam
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronis saluran pernapasan yang sering menimbulkan masalah keperawatan berupa pola napas tidak efektif. Kondisi ini disebabkan oleh penyempitan jalan napas akibat bronkospasme, edema mukosa, dan peningkatan produksi mukus yang berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien. Teknik pernapasan Buteyko merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif membantu mengontrol pola napas dan mengurangi gejala pada pasien asma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan dengan teknik pernapasan Buteyko pada pasien asma bronkial yang mengalami risiko pola napas tidak efektif di wilayah kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi tahap pengkajian, penentuan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, pelaksanaan implementasi, serta evaluasi pada pasien Ny. W selama 3 kali kunjungan rumah. Hasil penelitian ini adalah ditemukan dua masalah keperawatan utama, yaitu risiko pola napas tidak efektif dan defisit pengetahuan. Setelah diberikan asuhan keperawatan dengan penerapan teknik Buteyko selama 3 hari, terjadi perbaikan kondisi pasien: keluhan sesak napas berkurang, frekuensi napas kembali normal (20 kali/menit), saturasi oksigen meningkat menjadi 99%, serta pasien mampu memahami penyakit dan mempraktikkan teknik pernapasan secara mandiri. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan teknik pernapasan Buteyko efektif membantu memperbaiki pola napas dan mengurangi gejala pada pasien asma bronkial, sehingga dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan mandiri berbasis bukti dalam penatalaksanaan asma.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Melitus dengan Penerapan Diabetic Foot Exercise untuk Meningkatkan Perfusi Perifer Tidak Efektif pada Ekstermitas Bawah di Ruang Rawat Inap Multazam RSI Ibnu Sina Bukittinggi Hanifah Putri Lestari; Sri Hayulita; Junaidy S. Rustam
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 08 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi ancaman kesehatan global. Pada penderita diabetes melitus, gangguan perfusi perifer sering terjadi terutama pada bagian ekstremitas bawah. Kondisi ini apabila tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius seperti ulkus diabetik hingga tindakan amputasi. Deteksi dini terhadap gangguan perfusi perifer dapat dilakukan melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI), yaitu sebuah metode skrining noninvasif dengan cara membandingkan tekanan darah sistolik pergelangan kaki dan lengan. Tujuan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien Diabetes Melitus dengan penerapan Diabetic Foot Exercise untuk meningkatkan perfusi perifer tidak efektif di Ruangan Multazam RSI Ibnu Sina Bukittinggi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan kepada Ny. N dan Tn. R dengan komprehensif mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, hingga evaluasi keperawatan. Hasil evaluasi setelah penerapan senam kaki diabetes selama 3 hari berturut-turut menunjukkan adanya peningkatan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada kedua pasien. Kesimpulan penerapan senam kaki diabetes terbukti efektif dalam meningkatkan perfusi perifer dan sangat layak dijadikan sebagai salah satu terapi komplementer berbasis Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) dalam pengelolaan pasien diabetes melitus.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Op Appendiktomy Ny. A dengan Masalah Keperawatan Nyeri dalam Peneraoan Relaksasi Nafas dalam di Ruangan Ar-Raudah RSI Ibnu Sina Bukittinggi Reval Yubastian; Junaidy S. Rustam
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks yang sering membutuhkan tindakan pembedahan berupa apendiktomi. Salah satu masalah yang sering muncul setelah tindakan pembedahan adalah nyeri akut akibat adanya insisi dan kerusakan jaringan. Nyeri yang tidak terkontrol dapat mengganggu kenyamanan, istirahat, serta aktivitas pasien. Salah satu tindakan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan intensitas nyeri adalah teknik relaksasi nafas dalam. Tujuan: Melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien post operasi appendiktomi dengan masalah keperawatan nyeri melalui penerapan teknik relaksasi nafas dalam di Ruangan Ar-Raudah RSI Ibnu Sina Bukittinggi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Ny. A, 33 tahun, post operasi appendiktomi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan manajemen nyeri dengan teknik relaksasi nafas dalam, skala nyeri menurun menjadi 3/10. Masalah nyeri teratasi sebagian dan intervensi dilanjutkan. Kesimpulan: Penerapan teknik relaksasi nafas dalam sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam manajemen nyeri dapat membantu menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi appendiktomi. Pada kasus Ny. A terjadi penurunan skala nyeri dari 4/10 menjadi 3/10 setelah diberikan intervensi. Namun, masalah nyeri masih teratasi sebagian sehingga intervensi perlu dilanjutkan sesuai kondisi pasien.