Penurunan kedisiplinan dan religiusitas siswa di tengah beban ganda kurikulum formal serta kepesantrenan mendasari penelitian ini. Penelitian bertujuan mendeskripsikan integrasi kurikulum pesantren dan madrasah dalam mengkonstruksi karakter siswa MA Miftahul Ulum Gondangrejo Kabupaten Pasuruan. Penelitian kualitatif jenis field research ini dilaksanakan pada Mei–Juni 2026. Subjek penelitian terdiri atas 10 informan (1 Kepala Madrasah, 2 Wakil Kepala, 2 guru PAI, 1 pengelola pesantren, dan 4 siswa). Alur penelitian meliputi orientasi lapangan, pengumpulan data, pemrosesan data, dan penarikan kesimpulan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana (kondensasi, penyajian, verifikasi) serta diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan integrasi dilaksanakan terstruktur melalui 3 tahapan (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi) pada 4 ranah (intracurricular, co-curricular, extracurricular, hidden curriculum). Model ini berhasil mengkonstruksi 3 karakter utama (religius, disiplin, tanggung jawab). Keterlaksanaannya didukung 3 faktor utama (sinergi kelembagaan, komitmen pendidik, partisipasi siswa), namun dihadapkan 4 faktor penghambat (time management, cognitive fatigue, heterogenitas siswa, koordinasi). Disimpulkan bahwa integrasi kurikulum merupakan strategi holistik efektif menyelaraskan capaian akademik dan karakter moral peserta didik.