Literasi digital merupakan kompetensi penting bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena kesiapan memasuki dunia kerja semakin berkaitan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab. Namun, temuan dari program pengabdian yang mengembangkan kompetensi tersebut masih tersebar sehingga pola praktik yang efektif belum tersusun secara terpadu. Kajian ini bertujuan menganalisis strategi, capaian, dan kendala pengembangan literasi digital peserta didik SMK melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan simple literature review terhadap 34 artikel pengabdian dan penelitian terapan yang diterbitkan pada 2019–2025. Proses kajian meliputi identifikasi, seleksi, penilaian kelayakan, ekstraksi data, dan sintesis tematik. Hasil kajian menemukan enam strategi, yaitu pelatihan teknis berbasis produk, proyek digital yang terintegrasi dengan kompetensi kejuruan, penguatan keamanan dan etika digital, pembentukan duta literasi digital melalui tutor sebaya, integrasi literasi digital dalam mata pelajaran produktif, serta pendampingan berkelanjutan melalui komunitas daring. Capaian literasi digital meningkat dari rata-rata 40,3% menjadi 89,6%, atau bertambah 49,3 poin persentase. Peningkatan paling menonjol terjadi pada tahap praktik terbimbing. Keamanan digital menjadi aspek terlemah pada kondisi awal, sedangkan etika dan netiket mencapai capaian akhir tertinggi. Kendala utama meliputi keterbatasan perangkat dan internet, kesenjangan kemampuan awal, serta keberlanjutan pendampingan. Kajian merekomendasikan model berbasis proyek kejuruan yang memadukan pelatihan singkat, produksi karya digital, verifikasi bersama guru produktif, dan pendampingan lanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan lebih mampu menghubungkan keterampilan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran dan kompetensi kerja, sekaligus memperkuat keberlanjutan program di sekolah. Dengan demikian, pengembangan literasi digital tidak hanya berorientasi pada penguasaan aplikasi, tetapi juga pada penggunaan teknologi yang kritis, aman, dan produktif.