M Mursalin
Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Malikussaleh, Aceh

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelatihan Penulisan Artikel Systematic Literature Review (SLR) bagi Mahasiswa di Lingkungan FKIP Universitas Malikussaleh Iryana Muhammad; M Muliana; R Rohantizani; N Nuraina; Hayatun Nufus; M Mursalin
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan penulisan artikel Systematic Literature Review (SLR) merupakan kegiatan akademik yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah berbasis kajian literatur secara sistematis dan terstruktur. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Malikussaleh. Pelatihan dirancang melalui kombinasi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung dalam mencari serta menulis artikel SLR. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar SLR, tahapan penyusunan SLR, teknik pencarian artikel ilmiah, proses seleksi dan evaluasi artikel, serta teknik sintesis dan penulisan hasil kajian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap konsep SLR dan kemampuan awal dalam menyusun kerangka artikel SLR. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi sarana penguatan akademik sekaligus meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa, khususnya dalam bidang pendidikan matematika.
Optimalisasi Penggunaan Claude AI dalam Merancang Modul Ajar Bagi Guru Sekolah Kejuruan M Mursalin; Ferri Safriwardy; M Muliana; Iryana Muhammad; Muhammad Ali
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan modul ajar merupakan salah satu tugas pedagogis yang paling menyita waktu bagi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Guru SMK dituntut menghasilkan modul ajar yang selaras dengan Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran kejuruan, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sementara beban administratif dan jam mengajar yang tinggi membatasi ruang untuk berinovasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan generatif Claude AI sebagai asisten perancangan modul ajar bagi guru SMK. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan dan analisis kebutuhan, pelatihan konseptual mengenai literasi kecerdasan buatan dan etika penggunaannya, lokakarya praktik penyusunan prompt terstruktur serta pengembangan modul ajar berbantuan Claude AI, dan tahap evaluasi serta pendampingan. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang guru produktif dan guru adaptif dari beberapa SMK. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai kecerdasan buatan generatif dari 20% menjadi 90%, peningkatan keterampilan menyusun prompt terstruktur, serta penurunan rata-rata waktu penyusunan satu modul ajar dari sekitar delapan jam menjadi sekitar dua setengah jam. Modul ajar yang dihasilkan memiliki kelengkapan komponen yang lebih baik, diferensiasi pembelajaran yang lebih jelas, dan asesmen yang lebih terukur. Kegiatan ini menegaskan bahwa Claude AI efektif diposisikan sebagai mitra berpikir (co-pilot) guru, bukan pengganti peran profesional guru, sepanjang disertai verifikasi substansi, kontekstualisasi kejuruan, dan kepatuhan pada etika akademik.
Optimalisasi Aplikasi Digital sebagai Media Pemberdayaan Siswa dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Pembelajaran Ratna Unaida; M Mursalin; Mutia Fonna; H Hidayatsyah; Nur Elisyah; S Setiawan
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan aplikasi digital dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bidang pendidikan berkembang pesat, namun hasilnya masih tersebar dalam laporan-laporan kegiatan yang berdiri sendiri sehingga sulit dijadikan rujukan praktik terbaik. Artikel ini bertujuan menyintesis hasil berbagai kegiatan pengabdian yang mengoptimalkan aplikasi digital sebagai media pemberdayaan siswa untuk meningkatkan pemahaman materi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sederhana (simple literature review) terhadap 32 artikel pengabdian dan penelitian terapan yang dipublikasikan pada rentang 2019–2025, dengan tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, ekstraksi data, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Canva, Quizizz, Google Classroom, GeoGebra, Kahoot!, Wordwall, Liveworksheets, dan Articulate Storyline. Sintesis data evaluasi memperlihatkan kenaikan rerata pemahaman materi peserta dari 39,4% menjadi 82,9% atau meningkat 43,5 poin persentase, serta pola peningkatan yang konsisten pada setiap tahap kegiatan mulai pra-kegiatan hingga pendampingan lanjutan. Faktor pendukung keberhasilan meliputi pendampingan berkelanjutan, penempatan siswa sebagai produsen konten, keterkaitan materi dengan konteks nyata, dan dukungan sekolah; sedangkan kendala dominan berupa keterbatasan perangkat dan koneksi internet serta kesenjangan literasi digital. Kajian ini merekomendasikan model pengabdian berbasis pemberdayaan siswa yang memadukan pelatihan teknis, produksi karya digital, dan evaluasi bertahap.
Penguatan Kompetensi Komunikasi Guru dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Ajar bagi Siswa Sekolah Kejuruan Muhammad Ali; M Mursalin; N Nuraina; Hayatun Nufus; R Rohantizani; Desi Amita
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sangat ditentukan oleh kemampuan guru menyampaikan pesan pembelajaran secara jelas, terstruktur, dan kontekstual dengan bidang keahlian siswa. Temuan awal di sekolah mitra menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan memahami materi ajar bukan karena materi yang terlalu sulit, melainkan karena penyampaian yang searah, padat istilah teknis, dan minim umpan balik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan kompetensi komunikasi guru mencakup kejelasan penyampaian, penggunaan bahasa yang sesuai tingkat siswa, komunikasi nonverbal, keterampilan bertanya dan memberi umpan balik, serta pemanfaatan media pendukung sehingga pemahaman materi ajar siswa meningkat. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap, yaitu analisis kebutuhan dan diagnostik komunikasi kelas, pelatihan teori komunikasi instruksional, workshop microteaching dengan umpan balik terstruktur, serta evaluasi dan pendampingan lanjutan. Kegiatan diikuti oleh 28 guru dan melibatkan 96 siswa sebagai responden pemahaman materi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor kompetensi komunikasi guru dari 41% menjadi 88% kategori baik dan sangat baik, sedangkan rerata skor pemahaman materi ajar siswa naik dari 56% menjadi 86%. Dampak kegiatan ini adalah terbangunnya pola komunikasi kelas yang dialogis, meningkatnya partisipasi siswa, serta tersedianya panduan komunikasi instruksional yang dapat digunakan sekolah secara berkelanjutan.
Strategi Pengembangan Literasi Digital Pada Peserta Didik Sekolah Menengah Kejuruan melalui Program Pengabdian Masyarakat Ferri Safriwardy; M Mursalin; J Jumadi; Azhar Syahputra; S Suryadi; Muhammad Ali
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi digital merupakan kompetensi penting bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena kesiapan memasuki dunia kerja semakin berkaitan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi secara efektif dan bertanggung jawab. Namun, temuan dari program pengabdian yang mengembangkan kompetensi tersebut masih tersebar sehingga pola praktik yang efektif belum tersusun secara terpadu. Kajian ini bertujuan menganalisis strategi, capaian, dan kendala pengembangan literasi digital peserta didik SMK melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan simple literature review terhadap 34 artikel pengabdian dan penelitian terapan yang diterbitkan pada 2019–2025. Proses kajian meliputi identifikasi, seleksi, penilaian kelayakan, ekstraksi data, dan sintesis tematik. Hasil kajian menemukan enam strategi, yaitu pelatihan teknis berbasis produk, proyek digital yang terintegrasi dengan kompetensi kejuruan, penguatan keamanan dan etika digital, pembentukan duta literasi digital melalui tutor sebaya, integrasi literasi digital dalam mata pelajaran produktif, serta pendampingan berkelanjutan melalui komunitas daring. Capaian literasi digital meningkat dari rata-rata 40,3% menjadi 89,6%, atau bertambah 49,3 poin persentase. Peningkatan paling menonjol terjadi pada tahap praktik terbimbing. Keamanan digital menjadi aspek terlemah pada kondisi awal, sedangkan etika dan netiket mencapai capaian akhir tertinggi. Kendala utama meliputi keterbatasan perangkat dan internet, kesenjangan kemampuan awal, serta keberlanjutan pendampingan. Kajian merekomendasikan model berbasis proyek kejuruan yang memadukan pelatihan singkat, produksi karya digital, verifikasi bersama guru produktif, dan pendampingan lanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan lebih mampu menghubungkan keterampilan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran dan kompetensi kerja, sekaligus memperkuat keberlanjutan program di sekolah. Dengan demikian, pengembangan literasi digital tidak hanya berorientasi pada penguasaan aplikasi, tetapi juga pada penggunaan teknologi yang kritis, aman, dan produktif.
Pengembangan Kecakapan Pedagogis Guru melalui Program Pelatihan Pembelajaran Inovatif yang Berpusat pada Peserta Didik F Fajriana; M Mursalin; Mutia Fonna; S Siraj; K Khalsiah; Desi Armita
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecakapan pedagogis merupakan kompetensi inti yang menentukan mutu proses pembelajaran, namun sejumlah laporan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa praktik mengajar guru di banyak satuan pendidikan masih didominasi ceramah satu arah dan berpusat pada guru. Artikel ini disusun sebagai kajian pustaka (literature review) terhadap laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pelatihan pembelajaran inovatif dan berpusat pada peserta didik bagi guru. Kajian dilakukan terhadap 32 artikel pengabdian dan penelitian pendukung yang terbit pada rentang 2015-2025, yang ditelusuri melalui basis data jurnal nasional bereputasi dengan kata kunci pelatihan guru, kompetensi pedagogis, pembelajaran inovatif, dan student-centered learning. Analisis dilakukan secara tematik terhadap pola pelaksanaan, materi pelatihan, instrumen evaluasi, capaian, serta kendala kegiatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa program pelatihan yang efektif umumnya mengikuti pola empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, penyampaian materi, praktik terbimbing melalui simulasi atau lesson study, dan pendampingan berkelanjutan disertai refleksi. Sintesis data evaluasi memperlihatkan peningkatan rerata kecakapan pedagogis guru dari 41% pada kondisi awal menjadi 89% setelah pendampingan, dengan peningkatan tertinggi pada aspek penguasaan model pembelajaran inovatif dan terendah pada aspek refleksi serta penelitian tindakan kelas. Kajian ini merekomendasikan agar pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan berbasis komunitas belajar guru agar perubahan praktik mengajar bersifat berkelanjutan.
Pemberdayaan Guru dan Siswa dalam Merancang Media Pembelajaran Digital Berbasis AI untuk Meningkatkan Literasi Teknologi Dahlan Abdullah; M Mursalin; H Hidayatsyah; M Sayuti; H Hartono
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percepatan transformasi digital pendidikan menuntut guru dan siswa memiliki literasi teknologi yang memadai, khususnya dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk merancang media pembelajaran. Artikel ini merupakan kajian pustaka (literature review) terhadap laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan guru dan siswa dalam merancang media pembelajaran digital berbasis AI. Penelusuran dilakukan pada basis data Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan SINTA terhadap artikel pengabdian terbitan 2020-2025 dengan kata kunci pelatihan AI guru, media pembelajaran berbasis AI, literasi digital guru, dan AI untuk pembelajaran. Dari 214 rekaman awal, diperoleh 32 artikel pengabdian yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi tematik terhadap aspek sasaran, metode pelaksanaan, perangkat AI yang digunakan, instrumen evaluasi, dan capaian kegiatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa mayoritas kegiatan menggunakan pola pelatihan partisipatif empat sampai lima tahap dengan dominasi pemanfaatan model bahasa besar, Canva Magic Studio, serta perangkat pembuat presentasi dan kuis otomatis. Sintesis data evaluasi memperlihatkan kenaikan rerata literasi teknologi peserta dari 38,4% menjadi 86,7%, keterampilan merancang media dari 31,2% menjadi 88,3%, serta kepuasan peserta pada rentang 88-93%. Kendala yang paling banyak dilaporkan adalah keterbatasan infrastruktur, kesenjangan kemampuan awal, dan lemahnya verifikasi keluaran AI. Kajian ini merekomendasikan penguatan pendampingan pascakegiatan, integrasi etika dan validasi konten AI ke dalam modul pelatihan, serta pelibatan siswa sebagai ko-produser media agar dampak kegiatan berkelanjutan.
Pemanfaatan Canva dalam Membuat Media Poster Pembelajaran Matematika untuk Siswa Sekolah Kejuruan M Mursalin; Muhammad Ali; Azhar Syahputra; Ferri Safriwardy; J Jumadi; S Suryadi
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 6, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kerap dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang abstrak, padat rumus, dan kurang terhubung dengan konteks keahlian siswa. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan media ajar visual yang mampu menyederhanakan konsep sekaligus menarik perhatian siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melatih siswa sekolah kejuruan memanfaatkan aplikasi desain grafis Canva untuk merancang media poster pembelajaran matematika yang komunikatif, benar secara konsep, dan relevan dengan bidang vokasi mereka. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap, yaitu persiapan dan analisis kebutuhan, pelatihan teori desain pesan visual, workshop praktik pembuatan poster berbasis Canva, serta evaluasi dan pendampingan lanjutan. Kegiatan diikuti oleh 32 siswa dan dilaksanakan di laboratorium komputer sekolah mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengoperasikan Canva dari 12% menjadi 91% kategori terampil, serta meningkatnya kemampuan menerjemahkan konsep matematika ke dalam bahasa visual. Poster yang dihasilkan memuat materi barisan dan deret, program linear, trigonometri terapan, statistika, serta matematika keuangan yang dikaitkan dengan bidang keahlian masing-masing. Dampak kegiatan ini adalah tumbuhnya literasi digital, kreativitas, dan motivasi belajar matematika siswa, sekaligus tersedianya media pembelajaran buatan siswa yang dapat digunakan kembali oleh guru di kelas.