Kecakapan pedagogis merupakan kompetensi inti yang menentukan mutu proses pembelajaran, namun sejumlah laporan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa praktik mengajar guru di banyak satuan pendidikan masih didominasi ceramah satu arah dan berpusat pada guru. Artikel ini disusun sebagai kajian pustaka (literature review) terhadap laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pelatihan pembelajaran inovatif dan berpusat pada peserta didik bagi guru. Kajian dilakukan terhadap 32 artikel pengabdian dan penelitian pendukung yang terbit pada rentang 2015-2025, yang ditelusuri melalui basis data jurnal nasional bereputasi dengan kata kunci pelatihan guru, kompetensi pedagogis, pembelajaran inovatif, dan student-centered learning. Analisis dilakukan secara tematik terhadap pola pelaksanaan, materi pelatihan, instrumen evaluasi, capaian, serta kendala kegiatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa program pelatihan yang efektif umumnya mengikuti pola empat tahap, yaitu analisis kebutuhan, penyampaian materi, praktik terbimbing melalui simulasi atau lesson study, dan pendampingan berkelanjutan disertai refleksi. Sintesis data evaluasi memperlihatkan peningkatan rerata kecakapan pedagogis guru dari 41% pada kondisi awal menjadi 89% setelah pendampingan, dengan peningkatan tertinggi pada aspek penguasaan model pembelajaran inovatif dan terendah pada aspek refleksi serta penelitian tindakan kelas. Kajian ini merekomendasikan agar pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan berbasis komunitas belajar guru agar perubahan praktik mengajar bersifat berkelanjutan.