Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran penguasaan keterampilan dasar konseling mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling di Universitas Muhammadiyah Barru tahun 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara teori yang diperoleh di ruang kelas dengan penerapan praktik konseling di lapangan, serta masih kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap keterampilan dasar konseling yang memadai untuk menghadapi dinamika konseling. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian analisis deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Barru yang berjumlah 50 orang, dengan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria mahasiswa yang telah mendapatkan mata kuliah keterampilan dasar bimbingan dan konseling. Data dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert yang terdiri dari 50 item pernyataan yang mencakup empat indikator kompetensi, yaitu attending, responding, refleksi, dan penutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan kompetensi dasar mahasiswa bimbingan konseling berada pada kategori positif dengan rincian: kompetensi attending berada pada kategori sedang dengan jumlah mahasiswa 17 orang (34%), kompetensi responding berada pada kategori tinggi dengan jumlah mahasiswa 21 orang (42%), kompetensi refleksi berada pada kategori tinggi dengan jumlah mahasiswa 21 orang (42%), dan kompetensi penutup berada pada kategori tinggi dengan jumlah mahasiswa 43 orang (86%). Penelitian ini merekomendasikan agar mahasiswa dengan kompetensi rendah dapat meningkatkan penguasaan keterampilan dasarnya, sementara mahasiswa dengan kompetensi tinggi diharapkan dapat mempertahankan dan mengembangkannya melalui praktik dan pengalaman lapangan yang lebih intensif.