Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spatiotemporal Dynamics of Mangrove Cover in Aceh Tamiang Regency, Indonesia (2020–2024): An NDVI-Based Remote Sensing Assessment Cut Maila Hanum; Kamal, Alfarazi; Metananda, Arya A.; Kurniawati; Dedi Kiswayadi; Bakruddin
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 11 No. 1 (2026): JGEET Vol 11 No 01 : March (2026)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2026.11.1.23237

Abstract

This study examines spatiotemporal changes in mangrove cover and canopy density in Aceh Tamiang Regency, Indonesia, between 2020 and 2024, using an integrated remote sensing and field-based approach. High-resolution PlanetScope imagery (3 m) and Sentinel-2A data (10 m) were analyzed within a GIS framework, with the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) employed to classify mangrove density into three categories: dense (NDVI ≥ 0.43), moderate (0.33 ≤ NDVI < 0.43), and sparse (NDVI < 0.33). Results reveal a net loss of 379.65 hectares of mangrove cover—declining from 10,796.76 ha in 2020 to 10,417.11 ha in 2024—with over 99% of deforestation occurring in production forest zones, primarily due to conversion for aquaculture and oil palm plantations. Concurrently, dense mangrove areas decreased by 2,226 hectares (–18.9%), while sparse mangrove coverage expanded by 1,542 hectares (+28.1%), signaling ecosystem degradation despite localized natural regeneration. These structural changes undermine critical ecological functions, including coastal protection, blue carbon storage, and habitat provision for species such as Batagur borneoensis. The findings underscore the urgent need to integrate satellite-derived monitoring into district-level spatial planning, prioritize community-based rehabilitation in transitional zones, and strengthen enforcement of mangrove protection under Indonesia’s Government Regulation No. 27 of 2025 to ensure long-term coastal resilience.
Penerapan FGD dan GIS dalam Perencanaan Cetak Sawah Partisipatif di Lahan Rawa Pasang Surut Kabupaten Pelalawan Herlon, Meki; Ridho, Zulhamid; Rifai, Ahmad; Mustaqim, Mustaqim; Suhada, Nur; Metananda, Arya A.; Masruri, Niskan Walid; Irawan, Joni; Khoiri, Amrul; Juliano, Gian; Gusviani, Annisa Azzahra; Sandria, Nofri; Sapitri, Sapitri; Sulistiowati, Siti Intan; Hamidi, Rasyid; Jali, , M. Ridho; Ilham, Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli Vol. 5 No. 1 (2026): Agustus, Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli
Publisher : Marcha Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/nauli.v5i1.362

Abstract

Ketahanan pangan nasional menghadapi tantangan akibat alih fungsi lahan sawah, khususnya di Provinsi Riau yang didominasi perkebunan kelapa sawit. Kabupaten Pelalawan, Desa Pulau Muda, menjadi lokasi prioritas program cetak sawah dengan potensi lahan rawa yang belum optimal dimanfaatkan. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kualitas survey investigasi dan desain (SID), yang sering terkendala oleh rendahnya partisipasi petani dan keterbatasan akurasi data spasial. Kegiatan ini bertujuan mengintegrasikan metode Focus Group Discussion (FGD) dan Geographic Information System (GIS) dalam proses SID untuk menghasilkan desain yang partisipatif dan presisi. Metode yang digunakan meliputi analisis GIS berbasis overlay peta tematik, pemetaan UAV dengan sistem Post Processed Kinematic (PPK) dan FGD yang melibatkan kelompok tani dan pemangku kepentingan. Hasil menunjukkan integrasi GIS dan FGD menghasilkan desain cetak sawah seluas 750 ha yang sesuai dengan kondisi biofisik dan sosial. Sebanyak 509 calon petani tervalidasi, kesepakatan batas lahan, pembagian petak, dan perencanaan infrastruktur pendukung. Pendekatan ini meningkatkan akurasi desain, legitimasi sosial, dan peluang keberhasilan implementasi program.