Air sumur yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit berpotensi tercemar disebabkan adanya aktivitas perkebunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan sifat fisika dan kimia air sumur warga Desa Engkersik di sekitar perkebunan kelapa sawit. Data parameter yang diuji dan dianalisis meliputi parameter fisik yaitu total dissolved solid (TDS) dan kekeruhan serta parameter kimia yaitu power of hydrogen (pH) dan besi (Fe) terlarut, yang kemudian dibandingkan dengan standar baku mutu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Metode perhitungan kualitas air sumur menggunakan metode indeks pencemaran berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003. Lokasi pengambilan sampel dilakukan di 10 titik. Sumur warga pada titik 1 hingga titik 5 berada dekat perkebunan kelapa sawit, sedangkan titik 6 hingga titik 10 berada jauh dari perkebunan kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan parameter pH dan TDS pada titik yang berada dekat perkebunan kelapa sawit memiliki nilai yang melewati standar baku mutu, sedangkan titik yang berada jauh dari perkebunan kelapa sawit memiliki nilai yang memenuhi standar baku mutu. Parameter kekeruhan dan besi (Fe) memiliki nilai yang bervariasi, dengan nilai tertinggi berada pada daerah dekat perkebunan kelapa sawit. Hasil indeks pencemaran menunjukkan titik 2 dan titik 3 dengan nilai indeks pencemaran masing-masing 5,16 dan 5,21 masuk dalam kategori cemar sedang, dan titik 7 memenuhi baku mutu. Kemudian, indeks pencemaran pada titik lainnya termasuk dalam kategori cemar ringan.