Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Rumah Tangga melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kelurahan Merdeka Andriani Rafael; Novi Ivonne Bullu; James Ngginak; Sonya Titin Nge; Apriliana Ballo; Filmon M Polin
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i4.1787

Abstract

Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya hayati di lingkungan rumah sekaligus mempertahankan kearifan lokal. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan serta memanfaatkan TOGA masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengenali, membudidayakan, dan memanfaatkan TOGA sebagai salah satu pendukung kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Kegiatan dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, dengan sasaran 20 ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Perempuan Rayon 3. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik penanaman TOGA menggunakan polibag dan pekarangan rumah, serta praktik pengolahan tanaman menjadi minuman herbal. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, wawancara, serta observasi partisipatif. Analisis dilakukan secara deskriptif, dilengkapi dengan perhitungan normalized gain (N-gain) dan uji Wilcoxon signed-rank untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan dan praktik. Sebanyak 15 peserta (75%) mencapai skor posttest maksimal, dengan rata-rata N-gain sebesar 0,75 yang termasuk kategori tinggi. Uji Wilcoxon signed-rank menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan (p < 0,001). Selain peningkatan pengetahuan, peserta mampu mempraktikkan penanaman TOGA dan pengolahan sederhana menjadi minuman herbal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan TOGA sebagai salah satu upaya pendukung kesehatan keluarga dan pemberdayaan berbasis pekarangan.
Pelatihan Pengolahan Sampah Organik menjadi Pupuk Kompos dengan Bioaktivator EM4 di Kelurahan Fatufeto, Kota Kupang Andriani Rafael; Novi Ivonne Bullu; James Ngginak; Yanti Daud; Theodora S Manu; Filmon M Polin
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Agustus 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i4.1788

Abstract

Peningkatan volume sampah organik rumah tangga di kawasan permukiman pesisir seperti Kelurahan Fatufeto, Kota Kupang, belum diimbangi dengan keterampilan pengolahan sampah yang memadai di tingkat warga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengedukasi dan melatih warga mengubah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos dengan bioaktivator EM4. Kegiatan menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi, dengan melibatkan 20 orang warga yang mewakili unsur rukun tetangga dan rukun warga. Pengomposan dilakukan dengan menggunakan campuran sampah organik, tanah hitam, dan bahan pendukung dengan perbandingan tanah hitam dan bahan pendukung 1:1 berdasarkan berat, serta penambahan EM4 sebagai bioaktivator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan sampah organik dan mampu mempraktikkan pembuatan kompos menggunakan bioaktivator EM4. Kegiatan ini membuktikan bahwa pengomposan berbantuan EM4 merupakan strategi pengurangan sampah skala rumah tangga yang layak secara teknis dan ramah lingkungan, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.