This Author published in this journals
All Journal Educational Journal
Jeni Siskawati
Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengertian dan Perkembangan Liturgika: Tinjauan Historis dan Studi Kasus Kontekstualisasi Liturgi di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Jeni Siskawati; Angel Novia Putri; Cimily Cimily; Anom Zatmiko
Educational Journal Vol. 2 No. 1 (2026): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6bv41456

Abstract

Liturgika merupakan cabang ilmu teologi yang mempelajari hakikat, bentuk, dan dinamika liturgi atau ibadah Kristen. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengertian liturgika secara etimologis dan teologis, menelusuri perkembangan historis liturgi, serta menganalisis implementasi kontekstualisasi liturgi di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE). Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa liturgi berasal dari kata Yunani leitourgia yang berarti "pelayanan publik", namun dalam tradisi Kristen bergeser maknanya menjadi pelayanan ibadah kepada Allah. Secara historis, liturgi mengalami transformasi signifikan dari ibadah sederhana gereja mula-mula, perkembangan megah pada abad pertengahan, pembaruan era Reformasi, hingga kontekstualisasi pada masa kini. Dalam konteks GKE—gereja Protestan dominan di Kalimantan yang berdiri sejak 1935—kontekstualisasi liturgi diwujudkan melalui penggunaan bahasa Dayak Ngaju dalam teks liturgi, nyanyian jemaat (Nyanyin Ungkup), penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Dayak Ngaju (Surat Barasih), serta rekomendasi pengembangan liturgi etnik Dayak untuk Hari Besar Gerejawi. Artikel ini menyimpulkan bahwa liturgi bukan sekadar rangkaian ritual statis, melainkan ekspresi iman yang dinamis dan kontekstual, yang tetap mempertahankan esensi teologisnya sambil beradaptasi dengan budaya lokal dan kebutuhan zaman.