Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN SOP K3 DI RUANG RADIOLOGI RUMAHSAKIT UMUM DAERAH DR. M.M DUNDA LIMBOTO Asti Abd. Rahman; Arpin; Juliko Suleman
Jurnal Ilmiah dr. Aloei Saboe Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah dr. Aloei Saboe
Publisher : LP2M Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47918/80j0x371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di ruang radiologi RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan berjumlah lima orang yang terdiri atas wakil direktur, kepala unit K3, kepala instalasi radiologi, dan dua staf radiologi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SOP K3 telah didukung oleh kebijakan tertulis, audit dan evaluasi internal, penggunaan alat pelindung diri (APD), pembatasan akses ruang radiasi, penerapan prinsip ALARA, pemantauan dosis radiasi, perlindungan ruangan, pemeriksaan kesehatan, serta pemeriksaan dan kalibrasi peralatan secara berkala. Informan menyatakan bahwa tidak terdapat insiden maupun kendala serius dalam penerapan SOP selama periode penelitian dan bahwa petugas secara umum mematuhi ketentuan keselamatan kerja. Meskipun demikian, penerapan SOP tetap memerlukan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan konsistensi kepatuhan serta mengidentifikasi potensi kesenjangan antara prosedur dan praktik di lapangan. Rumah sakit disarankan memperkuat observasi kepatuhan, dokumentasi keselamatan, sosialisasi SOP, pelatihan, dan simulasi keadaan darurat guna meningkatkan efektivitas pengendalian risiko kerja di ruang radiologi.
ANALYSIS OF BLOCKCHAIN-BASED PATIENT DATA MANAGEMENT AT DR. M.M. DUNDA LIMBOTO HOSPITAL Ayu Wandira Abunawas; Adnan Malaha; Juliko Suleman
Jurnal Ilmiah dr. Aloei Saboe Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah dr. Aloei Saboe
Publisher : LP2M Universitas Bina Mandiri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47918/b5tjss64

Abstract

Blockchain technology offers potential for improving the security, traceability, and management of patient data in healthcare institutions. However, its practical implementation depends not only on technological capabilities but also on human resource readiness, usability, service processes, data security, and system integration. This study aimed to analyze blockchain-based patient data management at Dr. M.M. Dunda Limboto Regional General Hospital, focusing on staff satisfaction, ease of use, service quality, data security, and system integration. A descriptive qualitative design was employed, with data collected in November 2025 through observation, semi-structured interviews, and documentation. Four informants representing hospital management, human resources, information technology, and medical records were selected based on their involvement in patient data management. Data were analyzed through organization, reduction, categorization, data display, cross-source comparison, and conclusion drawing. The findings indicate that blockchain-based patient data management was perceived to support data traceability, transparency, access control, and the preservation of record histories. The system was considered relatively simple to use, although patient access to information remained dependent on medical personnel. Human resource limitations, particularly IT workload and staff adaptation, were identified as important challenges. Data security was supported by authentication, role-based access, standard operating procedures, and reported encryption mechanisms. However, integration with the broader hospital information system remained incomplete, with some processes still conducted manually. The study concludes that effective blockchain-based patient data management requires not only technological implementation but also continuous staff development, adequate infrastructure, stronger interoperability, and improved integration of information systems.