Abstrak Arus kas merupakan instrumen keuangan yang penting dalam menilai stabilitas dan keberlangsungan operasional rumah sakit. Pengukuran kinerja rumah sakit di Indonesia masih lebih banyak menggunakan indikator berbasis akrual seperti laba bersih dan margin operasional dibandingkan analisis arus kas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran arus kas operasional, investasi, dan pendanaan sebagai indikator kinerja keuangan rumah sakit di Indonesia melalui pendekatan literature review. Metode penelitian menggunakan kajian literatur naratif dengan pencarian artikel melalui database Google Scholar, PubMed, dan Garuda menggunakan kata kunci “arus kas rumah sakit”, “cash flow hospital Indonesia”, dan “kinerja keuangan rumah sakit”. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Indonesia atau Inggris yang diterbitkan pada tahun 2015–2024, berfokus pada rumah sakit di Indonesia, serta membahas laporan keuangan secara kuantitatif. Sebanyak 28 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa arus kas operasional positif berkaitan dengan kemampuan rumah sakit dalam membiayai kegiatan operasional, menjaga likuiditas, dan memenuhi kewajiban jangka pendek. Beberapa rumah sakit tetap mencatat laba akuntansi meskipun mengalami defisit arus kas operasional. Kondisi tersebut menunjukkan adanya masalah likuiditas yang tidak terlihat dalam laporan laba rugi. Arus kas investasi negatif pada rumah sakit BLUD menggambarkan pengembangan infrastruktur dan peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan. Pada rumah sakit swasta kondisi tersebut dapat menunjukkan tekanan pembiayaan. Arus kas pendanaan juga berperan dalam mendukung keberlangsungan operasional rumah sakit. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa analisis laporan arus kas perlu diintegrasikan dalam evaluasi kinerja rumah sakit agar memberikan gambaran kondisi keuangan yang lebih komprehensif dan akurat. Kata kunci: arus kas, kinerja keuangan, rumah sakit, likuiditas, literature review.